Natal bersama SMA Negeri 4 Jayapura wujud implementasi P5

0

Jayapura, Papua Terbit,– Kelurahan besar SMA Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, Provinsi Papua menggelar Natal bersama. Kegiatan ini dihadiri seluruh guru, peserta didik, alumni, orang tua hingga pemerintah.

Perayaan Natal bersama yang berlangsung di PTC Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Senin (11/12/2023), mengangkat tema ‘Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi’ dan subtema ‘Dengan Semangat Natal SMA Negeri 4 Jayapura Kita Ciptakan Damai Demi Kerukunan Bersama Untuk Kemuliaan Tuhan’.

“Ini (perayaan Natal bersama SMA Negeri 4 Jayapura) adalah merupakan implementasi dari P5 (proyek penguatan profil pelajar Pancasila),” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid.

Dikatakannya, tagline ‘Tiada Hari Tanpa Prestasi’ telah diwujudnyatakan keluarga besar SMA Negeri 4 Jayapura melalui Natal bersama, yang merupakan kegiatan pembinaan karakter, spiritual, dan akhlak sekaligus menjadi energi besar baik bagi guru maupun peserta didik.

“Perayaan Natal bersama ini sebagai wujud sukacita yang dalam selama setahun mereka telah mempersembahkan prestasi demi prestasi melalui event baik lokal dan nasional,” ujarnya.

Abdul Majid berharap kelurahan besar SMA Negeri 4 Jayapura terus menjaga kebersamaan, menjaga solidaritas, keberagaman, profesionalisme agar terus berprestasi dan jaya guna menghasilkan peserta didik yang unggul dan berdaya saing.

Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Anton Djoko Martono, mengatakan perayaan Natal bersama tersebut merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun bagi umat Kristen, begitu juga momen bagi umat Islam, Hindu, dan Protestan.

“Toleransi dan semangat kebersamaan kita wujudkan dalam kegiatan kita sehari-hari salah satunya melalui Natal bersama ini. Saya sebagai kepala sekolah menyampaikan terima kasih atas dukungan dari guru, alumni, orang tua serta Pemerintah Kota Jayapura sehingga kegiatan ini berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Dikatakannya, ada enam elemen P5 yang harus dilahami, salah satunya berakhlak mulia, berbhinekaan global, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Semua elemen tersebut dilihat sebagai satu kesatuan yang saling mendukung.

“Jadi, seperti kegiatan hari ini, kita juga melibatkan teman-teman yang beragama muslim untuk membantu kegiatan perencanaan, dan sebaliknya pada kegiatan perayaan umat muslim teman-teman yang beragama Kristen ikut membantu. Ini adalah wujud daripada pengamalan P5 dalam implementasi kurikulum merdeka,” ujarnya.

Ketua panitia kegiatan, Johan Alexander Hasibuan, berharap melalui perayaan Natal bersama tersebut baik guru, kepala sekolah, dan peserta didik memiliki pengharapan yang baru, memiliki kasih, dan sukacita sehingga terbentuknya damai sejahtera.

“Di dalam damai sejahtera itu kita juga dapat menciptakan kerukunan antar sesama, sehingga para siswa dapat memiliki rasa toleran kepada siswa yang lain. Melalui semangat Natal ini peserta didik kita akan menjadi lebih baik dan semua itu hanya untuk memuliakan nama Tuhan,” katanya. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here