Dorince Mahue Sebut Ada Indikasi Terlibat Seklis Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MRP

0

Jayapura, Papua Terbit, Anggota Majelis Rakyat Papua(MRP) Pokja Agama Dorince Mehue menyebutkan ada indikasi permainan Sekretaris Majelis (Seklis) MRP terlibat dalam pemilihan ketua dan wakil ketua,yang berlangsung di salah satu hotel kota Jayapura, Senin(20/11/23)

Proses pemilihan sesuai dengan jadwal pemaparan visi dan misi dari 9 kandidat masing masing Pokja dan kertas suara sudah di siapkan sekertariat

Untuk aturan, menurut Dorince tata tertib tidak mencantumkan secara teknis hanya berdasarkan kesepakatan saja.

Ia menyampaikan bahwa untuk pemilihan unsur pimpinan satu Pokja memilih tiga orang dan satu orang memilih 3 orang per Pokja dari Pokja adat, perempuan dan agama.

Ia menjelaskan perolehan suara terbanyak dari Pokja perempuan yaitu Nerlince Wamuar dengan Suara sebanyak 25, sementara dari Pokja Agama yaitu Pdt.Robert Horik mendapatkan 16 dan Dorince Mahue mendapatkan 15 suara.

“Dari Pokja agama pemilihan Ketua dan wakil ketua, atas nama Dorince Mahue
mendapatkan perolehan 15 suara dan Pdt.Robert Horik mendapatkan 16 suara

Untuk perolehan suara dari masing masing Pokja Adat, Pokja Perempuan dan Pokja Agama tercantum :

Pokja Adat

  1. Max Ohee perolehan suara 14
  2. Franklin Demena suara 5
  3. Nikolas Sawaki suara 14

Pokja Perempuan
1.Nerlince Wamuar suara 25
2.Fibiolla Ohei suara 6,

3. Paulina Tromowey suara 2

Pokja Agama
1.Dorince Mehue suaranya 15
2.Pdt.Robert Horik suaranya 16

3. Markus Kajoi suaranya 2

Lanjutnya, Kesepakatan harus di buat dalam narasi yang tertulis sehingga itu bisa menjadi acuan ketika terjadi protes,”saya harus mempertahankan. dua surat suara,”tegasnya.

bahkan,tutur Dorlince ada surat suara yang teman kami sakit dia melalui wats app saja ke teman pak Raimon kemudian itu juga di nyatakan oleh pak Isak hikoyabi yang mulia menyatakan itu nanti Sekretaris Majelis yang pilih karena anggota itu adalah pemilih

Kemudian, semua ini terjadi tanpa ada aturan yang jelas dalam tata tertib dan tidak ada kesepakatan.dan itu di ambil alih

Karena itu, kami di rugikan,saya di rugikan beda satu suara dengan suara Pdt.Horik, sementara dua surat suara yang di batalkan tanpa aturan,itu kalo kembali saya juga sudah unggul

“Nah inilah yang menjadi perdebatan kami untuk di skor dan akan di lanjutkan pada hari Rabu(22/11/23),”jelasnya

“Ini pengalaman yang terburuk pemilihan ketua MRP dan Wakil ketua di tahun 2023. Karena saya selama 5 tahun lalu dan juga tahun sebelumnya menjadi anggota MRP tidak ada keterlibatan Sekretaris Majelis MRP dalam persoalan mekanisme yang di laksanakan oleh lembaga,”

“Tetapi saya tidak tau apa motivasi sehingga ada keterlibatan Sekretaris Majelis ( Seklis) dalam proses pemilihan ketua dan wakil ketua MRP, sehingga kalo kita mau usut tentunya masih ada hubungan keterlibatan kandidat yang maju, kami berharap sebenarnya harus menghindar dari hal hal yang mencurigakan,perlu ada kenetralan yang harus di jaga,”tutupnya.( Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here