banner 728x250

Polisi Ungkap Tiga Modus Kasus dari 4 Pelaku Narkoba

banner 120x600
banner 468x60

Jayapura, Papua Terbit,- Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota berhasil mengungkapkan tiga modus kasus yang dilakukan oleh 4 pelaku di duga sebagai pengedar narkoba di Kota Jayapura.

Hal ini di sampaikan oleh Kapolresta Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si didampingi Kasat Resnakoba AKP Akhmad Alfian, S.I.K., M.H dan Kasi Humas Iptu M.saat menggelar memberikan keterangan kepada awak media yang berlangsung di Mapolresta Jayapura Kota,Kamis (13/9/23).

banner 325x300

Mackbon mengungkapkan, modus pertama, seorang pria berinisial DB(24) memiliki narkoba jenis sabu yang di datangkan dari luar Papua melalui jasa pengiriman dengan keterangan Sarung.

“Pelaku di tangkap pada Selasa (5/9) lalu sekitar pukul 11.30 WIT dimana sat resnarkoba berhasil mengamankan seorang tersangka pria berinisial DB (24) karena memiliki narkoba jenis sabu,”ujarnya

Lanjutnya, dalam kasus ini, polisi berhasil menyita 2 bungkus plastik klipper bening yang diduga berisi sabu-sabu dengan berat 1,8 gram.

Oleh Penyidik atas perbuatannya kata Kapolresta, ia akan dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun.

“Modus operandi yang dilakukan oleh DB sendiri ialah dengan membisniskan sabu-sabu yang didatangkan dari luar Papua, yaitu dari daerah Madura, Bangkalan. Barang haram tersebut dikirim melalui salah satu jasa pengiriman dengan keterangannya berisikan sarung. “DB dibekuk tim opsnal narkoba ketika menerima barang kirimannya yang diambil oleh seorang tukang ojek yang disuruhnya,” terangnya

Untuk kasus ke dua, Mackbon menjelaskan, pengungkapan modus kasus berikutnya terjadi di area pelabuhan laut jayapura, dimana seorang pria berinisial PP (24) tertangkap tangan membawa 1,2 Kg daun ganja kering saat hendak naik keatas kapal KM. Ciremai pada Jumat (8/9) lalu dan berencana akan ke Biak.

“Modus yang dilakukan PP yakni dengan menyembunyikan ganja di dalam celana panjang dan sweater untuk mengelabui petugas. Menurut hasil pemeriksaan, PP mengakui bahwa dirinya hanya diperintahkan oleh kakaknya untuk membawa ganja tersebut ke Lapas di Biak. Saat ini, polisi sedang melakukan penyidikan terhadap kakak tersangka yang berada di Lapas tersebut,” tegas Victor Mackbon.

Kemudian, untuk modus yang kasus ke tiga

di lakukan oleh dua (2) orang pria berinisial D dan T yang kedapatan menyembunyikan narkoba jenis sabu di saku celana.

kedua pelaku di tangkap pada hari Minggu (10/9) malam sekitar pukul 21.30, dimana tim opsnal sat narkoba berhasil mengamankan 2 pelaku masing-masing berjenis kelamin laki-laki yang berinisial D dan T dan tertangkap tangan memiliki narkoba jenis sabu sebanyak 24,21 gram.

“Modus yang dilakukan oleh kedua tersangka ini adalah dengan menyimpan barang terlarang tersebut di saku celana yang kemudian dimasukkan ke dalam tas untuk disembunyikan,” ucapnya

Barang bukti sabu-sabu, tutur Macbon, kedua pelaku mengakui didatangkan dari Makassar dan berniat akan menjualnya di beberapa lokasi. Saat ini, polisi sedang mengembangkan kasus ini karena tersangka mengaku sudah melakukan transaksi narkoba sebelumnya.

“Keduanya dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana hukuman mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara maksimal 20 tahun,” kata Kapolresta.

Mackbon mengimbau kepada masyarakat untuk bekerja sama dengan Kepolisian jika menemukan paket atau barang atau orang yang mencurigakan. Penggunaan jasa pengiriman sebagai modus operandi tidaklah baru, oleh karena itu diperlukan kerjasama dari stakeholder untuk mengawasi barang-barang yang diduga ilegal atau bisa menjadi ancaman pidana.

” empat pria dalam ketiga modus kasus tersebut juga ditemukan positif menggunakan narkoba. Kepolisian juga sedang melakukan penyidikan terhadap kemungkinan adanya peredaran narkoba di dalam Lapas,”tukasnya( Epen)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *