banner 728x250
BERITA  

Universitas Muhammadiyah Sosialisasikan Sadar Wisata Warga di Perbatasan

banner 120x600
banner 468x60

Jayapura, Papua Terbit, – Akademisi Universitas Muhammadiyah Papua telah melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Komunikasi Pariwisata dalam Membangun Sikap Sadar Wisata Warga Kampung Skouw daerah perbatasan RI -PNG di Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Pariwisata di Distrik Muara Tami berlangsung selama 2 hari. Hari Rabu, 30 September 2023 dilakukan kegiatan sosialisasi dan dilanjutkan dengan pelatihan pada hari Kamis, 31 September 2023 yang bertempat di Aula Kantor Distrik Muara Tami.

banner 325x300

Kegiatan PKM melibatkan perwakilan masyarakat dari 4 kampung di Distrik Muara Tami, yaitu Kampung Mosso, Skouw Mabo, Skouw Sae, dan Skouw Yambe sejumlah 25 orang dihadiri pula staf Distrik Muara Tami maupun mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua.

Menurut penuturan Narasumber Dr. Indah Sulistiani, SE., M.I.Kom selaku Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Papua, kegiatan kegiatan di Distrik Muara Tami ini terinspirasi dari kunjungan Universitas Muhammadiyah Papua ke Perbatasan RI-PNG, dimana turis atau wisatawan hanya terfokus pada objek wisata dibatas negara, padahal di daerah perbatasan terdapat kampung-kampung yang memiliki potensi pariwisata yang cukup bagus dan beragam. Diantaranya objek wisata pemandian air panas, konservasi penyu, surving, wisata pantai pasang surut, view pantai saat sunrise dan sunset dan banyak lagi.

”Jadi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema komunikasi pembangunan pariwisata untuk peningkatan kesadaran bagi masyarakat di kampung Skouw Distrik Muara Tami itu terinspirasi dari kunjungan kita ke perbatasan (RI-PNG). Kalau kita ke perbatasan itu, kita dari Kota (Jayapura) langsung menuju ke perbatasan, fokusnya hanya ke perbatasan dan setelah itu langsung kembali ke Kota Jayapura. Padahal, di wilayah perbatasan itu ada kampung-kampung yang memang memiliki potensi objek wisata yang cukup bagus. Dari hasil analisis, ada satu atau beberapa kekurangan dalam pembangunan pariwisata di wilayah perbatasan adalah dari pemahaman masyarakat, masyarakat masih belum paham bahwa pembangunan pariwisata itu sebenarnya bisa membawa dampak positif baik sektor ekonomi, sosial, politik, lingkungan dan sektor lainnya.” ujarnya

Tentunya, pengembangan pariwisata sudah menjadi program dari Dinas terkait dan Distrik Muara Tami, akan tetapi perlu adanya pendekatan dari akademisi dalam bentuk sosialisasi maupun pelatihan terkait komunikasi pembangunan untuk menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya pangembangan pariwisata di Distrik Muara Tami sehingga bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Kegiatan PKM dihari kedua berkaitan dengan peningkatan keterampilan warga dalam bentuk pelatihan keterampilan pemanfaatan digital dan komunikasi pariwisata.

”Pembangunan pariwisata tentu sudah menjadi program dari pemerintah, tetapi dari segi kajian akademisi terutama kajian dari perspektif komunikasi pembangunan saya rasa masih banyak hal-hal yang perlu untuk di benahi seperti peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembangunan pariwisata, pemanfaatan media digital dan teknik menyusun konten pesan-pesan wisata efektif agar bisa menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke kampung-kampung wisata yang ada di Distrik Muara Tami.” ujar Indah.

Bob mengatakan bahwa perlu adanya sosialisasi terkait komunikasi pembangunan ini supaya masyarakat menjadi paham bagaimana cara melakukan promosi melalui komunikasi yang efektif dan dapat mengajak masyarakat atau wisatawan berkunjung ke Distrik Muara Tami termasuk berkunjung ke kampung-kampung yang ada di Distrik Muara Tami. Bob juga mengatakan bahwa akan ada Festival Kuliner Minum Kelapa secara gratis yang akan dilaksanakan di bulan September di salah satu Kampung di Distrik Muara Tami ini dan mengajak masyarakat untuk hadir pada festival tersebut.

”Di bulan September tahun ini, akan ada Festival Minum Kelapa gratis disini, saya harap saudara-saudara sekalian dapat hadir dalam Festival yang akan kami laksanakan di kampung Skouw Mabo.’ Ujar Bob.
Dalam pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pengembangan Pariwisata di Distrik Muara Tami, terdapat 3 materi yang disampaikan oleh akademisi yang mumpuni di bidangnya. Adapun materi yang disampaikan antara lain, materi Komunikasi Pembangunan untuk Peningkatan Kesadaran Masyarakat yang dibawakan oleh Dr. Indah Sulistiani, materi Desain Pesan Komunikasi yang dibawakan oleh Dr. Syarifuddin, dan materi Pengenalan dan Implementasi Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan oleh Zulrijal Bushido Gani S.H., M. H.
Beberapa peserta yang ikut terlibat dalam sosialisasi ini yaitu Jimmy Mallo selaku masyarakat kampung Skouw Mabo menyampaikan rasa senang dan harapannya dari kegiatan Sosialisasi Pengembangan Pariwisata di Distrik Muara Tami.

”Kalau buat kami, saya sangat senang dan tertarik, dan ini (Sosialisasi Pengembangan Komunikasi Pariwisata di Distrik Muara Tami) sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ada disini (Distrik Muara Tami). Karena kami disini punya pantai, tapi bagaimana kita mau kembangkan , mungkin dengan adanya sosialisasi, pemahaman-pemahaman dalam sosialisasi ini bisa membantu kami untuk kembangkan pariwisata kami.” ujarnya.

”Harapan kami sebagai warga masyarakat di kampung Skouw, kami di 3 Skouw khususnya, mungkin dengan adanya kegiatan seperti begini kita bisa membuka wawasan lebih dalam di masyarakat dan mereka bisa betul-betul memahami dengan hal wisata ini. Karena kami disini itu masih awam tentang wisata ini, kami hanya masih seperti biasa-biasa. Belum ada perkembangan sama sekali dan kita baru mulai merangkak. Jadi mungkin di hari kedua nanti bisa dimaksimalkan lagi.” tambahnya.

Selain itu, Hendri Rumbino SE selaku Kasubbag Program Keuangan dan Pelaporan yang merupakan peserta pada kegiatan ini juga menyampaikan perasaan dan harapannya dari kacamata pemerintah distrik Muara Tami.

”Dari kami Distrik merespon sekali dan berterimakasih atas Universitas Muhammadiyah Papua yang sudah meluangkan waktu memberi kami ilmu yang sangat berharga yang ditempat lain mungkin orang bayar. Tapi kami di Distrik Muara Tami untuk beberapa kampung dan beberapa penduduk di perbatasan berterimakasih karena kami diberi kesempatan, Bapak Ibu sudah datang jauh kesini, memberikan kami ilmu yang berharga. Kami berharap kegiatan ini akan berlangsung secara berkesinambungan,” ujarnya.

”Harapannya hari ini teman-teman yang sudah datang pada kegiatan ini sebagai perwakilan dari setiap kampung mendapatkan ilmu yang akan di teruskan ke kampung masing-masing. Dan untuk kedepannya, seandainya ada beberapa kampung yang berusaha untuk membuat kampungnya menjadi kampung wisata, ilmu itu sudah menjadi dasar mereka lalu kedepannya Universitas Muhammadiyah Papua yang sudah melakukan ini tidak sungkan-sungkan ketika ada beberapa kampung yang mungkin kedepan ada konsultasi kesana, bisa welcome, dari teman-teman di kampung juga bisa berkembang kedepan. Paling tidak ada satu kampung dulu yang ditonjolkan supaya yang lain bisa termotivasi” tambahnya.

Sementara itu menurut Dr. Syarifuddin, M.I.Kom yang juga selaku narasumber menegaskan bahwa, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari akademisi Universitas Muhammadiyah Papua terselenggara atas hibah dari Kemendikbudristekdikti tahun 2023, tidak hanya berhenti sampai di kegiatan sosialisasi dan pelatihan namun masih ada tahapan kegiatan selanjutnya yaitu pendampingan kepada masyarakat dan juga pemantauan atau evaluasi. Sehingga manfaat dari PKM betul dapat dirasakan dampaknya, dan membawa perubahan dalam pembangunan pariwisata di kampung perbatasan Indonesia-Papua New Guinea Distrik Muara Tami Kota Jayapura. (Redaksi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *