Stiper Santo Thomas Aquinas Jayapura Wisuda 105 Mahasiswa/I

0

SENTAN, Papua Terbit,- Sebanyak 105 mahasiswa/I di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Santo Thomas Aquinas Jayapura, Yayasan Pegunungan Bintang,
di Sentani, Kabupaten Jayapura, resmi diwisuda setelah dilakukan rapat senat terbuka, yang berlangsung di Hotel Suni Lake & Garden, Sentani,
Kabupaten Jayapura, Kamis (27/7)

Ketua Yayasan Pegunungan Bintang Stiper Santo Thomas Aquinas Jayapura, Jeffry de Fretes menyatakan, dari 105 wisudawan itu berasal dari 4 program studi yakni, Agrobisnis, Agroteknologi, peternakan dan budidaya perairan.

“Kita berharap dari lulusan ini semua bisa terserap dalam dunia kerja,
karena dari lulusan inilah yang nanti memberi makan orang-orang yang
ada di Papua bahkan di Indonesia. Untuk itu, lulusan di Stiper harus bisa membuat kreativitas untuk bagaimana kalian bisa buat bisnis atau kegiatan lainnya untuk bisa memberi makan semua orang yang ada di Papua ini,” pesannya.

Untuk itu, diharapkan para wisudawan harus bisa mengembangkan
kreativitasnya jangan hanya mengharapkan mencari kerja yang tersedia di pasar kerja seperti PNS, dan bekerja di perusahaan. Sekarang
bagaimana ilmu yang didapat bisa dibuat kreativitas sehingga menghasilkan uang bagi diri sendiri.

Di Tempat Sama, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Santa Thomas Aquinas Jayapura. Dr. Yunus P. Paulangan, S.Kel.,M.Si, mengakui, 90 % mahasiswa/I di Stiper yang kuliah adalah Orang Asli Papua. Dan sampai saat ini Stiper sudah meluluskan banyak alumni dan tentunya alumni yang saat ini sudah lulus dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya
karena sebagaimana tadi disampaikan oleh Kepala L2Dikti wilayah XIV
Papua-Papua Barat, bahwa perguruan tinggi Stiper Santo Thomas Aquinas
Jayapura telah di akreditasi dan telah diawasi secara nasional dan
dikategorikan sebagai perguruan tinggi yang sehat dan berkualitas sehingga pihaknya boleh berhak mewisuda 105 alumni dan tentunya kedepan alumni ini juga sudah dibekali dengan ilmu dan pengetahuan agar bisa berkompetisi di luar sana serta bisa berkompetisi dengan
alumni-alumni dari perguruan tinggi yang lain, mampu berkiprah di dunia luar.

‘’Alumni kami akan bisa bekerja sama dengan baik dan bisa melakukan
apapun yang bisa diberikan tanggung jawab,’’katanya.

Diakui, selama ini penyerapan alumni di sana sudah banyak diserap di
mana-mana baik di instansi pemerintahan dan ada menduduki kepala dinas, tenaga dosen, di berbagai perguruan tinggi juga sudah ada, di perusahaan juga sudah ada, bahkan di lembaga-lembaga kemasyarakatan.

“mahasiswa kami sekitar 90% lebih itu dari anak-anak asli Papua dan
tentunya ketertarikan mereka ini karena memang kita di Papua secara
budaya memang kita masih budaya-budaya pertanian, sehingga ini yang
menjadi daya tarik untuk mahasiswa kedepan,’’jelasnya.

Sedangkan untuk saat ini kendala atau tantangan yang dihadapi saat
ini Sarpras masih agak terbatas dan SDM masih belum terlalu bagus sehingga kedepan Stiper akan mengembangkan SDM dan meningkatkan Sarpras sehingga mendukung di Stiper.

Dan adanya DOB maka nanti Stiper juga akan meningkatkan status saat
in sekolah tinggi akan ditindaklanjuti perubahan status menjadi
institute lalu kedepan ditingkatkan lagi menjadi universitas dan selama ini dukungan dari pemerintah juga sudah cukup bagus karena Stiper juga telah melakukan kerjasama dengan pemerintah dan stakeholder, mitra dan lainnya di papua (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here