Sekretaris HIPMI Papua Thercia Eka Kambuaya, jadi Pemateri di HMI MPO Cabang Jayapura

0

JAYAPURA, Papua Terbit,- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Jayapura melaksanakan Intermediate Training (LK II) dari tanggal 13 – 20 Juli 2023 dan bertempat di Wisma Soccer Kotaraja.

Salah satu pematerinya dari Sekretaris HIPMI Papua, Thercia Eka Kambuaya, SE, M.Si, yang juga saat ini sebagai Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Papua dengan membawa materi ” mengenai hak dan peranan perempuan dalam masyarakat” kepada para peserta.

Eka yang juga sebagai Kepala Badan Saksi Nasional Partai Golkar Papua mengatakan, materi mengenai hak dan peranan perempuan dalam masyarakat sangat penting diangkat karena, perempuan memiliki sifat-sifat umum yaitu keindahan, kelembutan, serta rendah hati, dan memelihara (Marit, 2016). Dari sifat-sifat umum tersebutlah yang membuat perempuan memiliki sisi yang menarik untuk dibahas.

Selain itu, perempuan memiliki tiga peran dalam kehidupannya yaitu peran reproduktif, peran produktif dan peran sosial. Peran reproduktifnya
diorientasikan terhadap kemampuan perempuan dalam mengurus rumah tangga atau suami (domestic), peran produktif menitikberatkan pada keterlibatan perempuan untuk menempatkan diri pada wilayah
publik terutama mengenai pembagian kerja, sedangkan peran sosial lebih mengarah pada aktivitasnya di dalam kegiatan sosial masyarakat (publik).

Ditambahkan, Peran Perempuan melalui Analisis, peran perempuan dapat dilakukan dari perspektif posisi mereka dalam berurusan dengan pekerjaan produktif tidak langsung (domestik) dan pekerjaan produktif langsung (publik), yaitu sebagai; Peran Tradisi menempatkan perempuan dalam fungsi reproduksi (mengurus rumah tangga, melahirkan dan mengasuh anak, serta mengayomi suami). Hidupnya 100% untuk keluarga.

“Pembagian kerja sangat jelas, yaitu perempuan di rumah dan lelaki di luar rumah. Peran transisi mempolakan peran tradisi lebih utama dari peran yang lain. Pembagian tugas
mengikuti aspirasi gender, tetapi eksistensi mempertahankan keharmonisan dan urusan
rumahtangga tetap tanggungjawab perempuan,”katanya.

Sedangkan Dwiperan memposisikan perempuan dalam kehidupan dua dunia, yaitu menempatkan peran
domestik dan publik dalam posisi sama penting. Dukungan moral suami pemicu ketegaran atau
sebaliknya keengganan suami akan memicu keresahan atau bahkan menimbulkan konflik
terbuka atau terpendam.

Peran egalitarian menyita waktu dan perhatian perempuan untuk kegiatan di luar. Dukungan moral dan tingkat kepedulian lelaki sangat hakiki untuk menghindari konflik kepentingan
pemilahan dan pendistribusian peranan.

Jika tidak, yang terjadi adalah masing-masing akan
saling berargumentasi untuk mencari pembenaran atau menumbuhkan ketidaknyamanan suasana kehidupan berkeluarga. Peran kontemporer adalah dampak pilihan perempuan untuk mandiri dalam kesendirian.

Jumlahnya belum banyak. Akan tetapi benturan demi benturan dari dominasi lelaki atas perempuan yang belum terlalu peduli pada kepentingan perempuan mungkin akan meningkatkan populasinya.

Sementara itu, kegiatan dihadiri oleh peserta dari HMI MPO Cabang Jayapura, HMI MPO Cabang Sorong Raya dan HMI MPO Cabang Fak-Fak. Andi Syifaurrizal Ketua Umum HMI Cabang Jayapura yang juga mahasiswa aktif Universitas Yapis Papua semester II Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik mengatakan menyambut baik dengan kehadiran pemateri dengan memberikan pandangan kepada peserta mengenai hak dan peranan perempuan, dan dari sini para peserta bisa melaksanakannya praktek setelah pulang ke tempat masing-masing.(Redaksi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here