Peringati HPI ke-168 Tahun, PGGP Papua dan Papua Barat, Direktur Amsal Yowei Sampaikan Materi Moderasi Beragama

0

Manokwari, Papua terbit, — Direktur Urusan Agama Kristen Direktorat Jenderal Bimbingam Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Pdt. Dr. Amsal Yowei, SE., M.Pd.K., mewakili Direktur Jenderal Bimas Kristen menyampaikan materi dalam kegiatan Seminar Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Papua dan Papua Barat dalam rangka “Hari Pekabaran Injil (HPI) yang ke 168 Tahun”. Direktur membawakan materi berjudul “Penguatan Moderasi Beragama dan Percepatan Pembangunan Bidang Agama di Tanah Papua dan Papua Barat”. Materi ini disampaikan secara panel dengan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pusat, diwakili Sekretaris Umum PGI Pusat Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty yang menyampaikan materi “Moderasi Beragama dan Persatuan”.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Prof. H. Ma’ruf Amin, Sabtu (15/07). Hadir pula menyampaikan sambutan pada pembukaan, Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M. Si. Kegiatan berlangsung dihadiri para pimpinan gereja se-Provinsi Papua dan Papua Barat, berlangsung Jum’at hingga Sabtu (14-15/07) di Hotel Aston, Manokwari, Papua Barat.

Tampak hadir juga pada kesempatan ini diantaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor, S.Sos., dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Papua Pdt. Lipiyus Biniluk, M.Th.

Dipaparkan Amsal, mengacu Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1364 tahun 2022 tentang “Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Bidang Agama di Provinsi Papua”
bahwa pelaksanaannya mencakup beberapa aspek.

Pertama, peningkatan kehidupan keberagamaan yang toleran dan harmoni sebagai modal sosial pembangunan Papua.

Kedua, pengembangan model pendidikan keagamaan khas Papua melalui sekolah berpola asrama.

Ketiga, peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan.

Keempat, pembangunan dan penguatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di 7 Wilayah Adat (Laa Pago, Saireri, Tabi, Mee Pago, Anim Ha, Bomberay dan Domberay) yang sesuai dengan karakteristik potensi wilayah.

Kelima, peningkatan dukungan dan pelaksanaan Major Project Percepatan Pembangunan Wilayah Adat Laa Pago (10 kabupaten) dan Wilayah Adat Domberay (11 kabupaten) dan Major Project Pusat Kegiatan Strategis Nasional Jayapura dan Major Project Merauke pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.

Menyoal moderasi beragama dijelaskan Amsal, bahwa moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum- berdasarkan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

“Moderasi beragama mencita-citakan terwujudnya warga bangsa yang hakikatnya adalah umat beragama, dapat senantiasa hidup damai dan rukun dengan sesama, meski ditengah keragaman yang ada”, imbuhnya.

Sembilan kata kunci moderasi beragama, jelasnya lagi, adalah kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penghormatan kepada tradisi.

Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua ini juga menyampaikan bahwa visi Kementerian Agama adalah terwujudnya Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong”.

Dalam surat yang antara lain ditandatangani Ketua PGGP Papua Pdt. Hiskia Rollo, S.Th., MM., dan Ketua PGGP Papua Barat Pdt. Sherly Parinussa, S.Th., dinyatakan bahwa PGGP Papua dan PGGP Papua Barat sepakat menyelenggarakan Konferensi Hari Pekabaran Injil (HPI) dalam rangka memberikan kontribusi bagi pembangunan Tanah Papua maka.

“Konferensi HPI dilakukan sebab gereja memiliki kepentingan untuk terus mengawal pertumbuhan Tanah Papua sesuai sejarah masuknya Injil di Tanah Papua 5 Februari 1855”, demikian dinyatakan dalam dokumen tersebut.

Sebagaimana terjadwalkan materi lain yang disampaikan dalam seminar ini diantaranya “Arah Kebijakan Pembangunan Papua Barat”, oleh Pj. Gubernur Papua Barat, “Wajah Pendidikan dan Kesehatan Papua (Realita dan Alternatif Solusi)” oleh Dr. Laus Deo Calvin Rumayom (Dosen Hubungan Internasional Universiras Cenderawasih & Founder Analisis Papua Strategis Center for Development and Global Studies), dan “Model Kemitraan Pemerintah dan Gereja dalam Mendorong Percepatan Pembangunan Papua” oleh Kepala Staf Khusus Wakil Presiden RI, Perwakilan BP3OKP SeTanah Papua, PGGP Papua dan PGGP Papua Barat, dan PCC. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here