banner 728x250

Pemkab Jayapura Bakal Hadir di Sidang Mediasi Sengketa Tanah Ulayat SMPN 7 Sentani

banner 120x600
banner 468x60

Jayapura, Papua Terbit,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura bakal menghadiri sidang mediasi sengketa tanah ulayat SMPN 7 Sentani dan SDN Inpres Melan Hilli melawan Almarhum Markus Kallem di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Jayapura, Selasa (4/7/2023) pukul 09.00 WIT.

Demikian disampaikan Kuasa Hukum Pemkab Jayapura Palem Kembaran, ketika sidang mediasi, Rabu (21/6/2023).
Sidang mediasi tersebut dijadwalkan, Rabu (21/6/2023), tapi lantaran Pemkab Jayapura belum menyiapkan kesimpulan atau resume pokok perkara, karena cliennya masih berada di luar daerah.

banner 325x300

“Kami mohon sidang ditunda sembari kami menyiapkan resume pokok gugatan,” ujar Kembaran.
Kembaran mengatakan, tergugat I dan tergugat II direncanakan hadir langsung dalam sidang mediasi tersebut, dengan agenda pembacaan resume pokok perkara.
Kuasa Hukum Penggugat Mozes Kallem, SH, telah menyerahkan resume pokok perkara.

Sidang mediasi dipimpin Thobias Benggian, SH selaku mediator di Pengadilan Negeri Kelas I A Jayapura.

Mozes Kallem mewakili ahli waris Almarhum Kallem, masing-masing William Viser Kallem dan Linda Kallem. Mozes ditunjuk ahli waris sebagai pengacara berdasarkan surat kuasa tertanggal 24 Mei 2023.

Para tergugat masing-masing Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Jayapura Triwarno Purnomo, SSTP, MSi adalah tergugat I dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Drs Eqberth Clemens Kopeuw, MPd sebagai tergugat II.
Kemudian Kepala SMPN 7 Sentani Lidia Okoseray, SPd sebagai tergugat III.

Sebagaimana diketahui, Mozes Kallem mendaftarkan gugatan wan prestasi atau ingkar janji kepada para tergugat di Kantor Pengadilan Negeri Kelas I A, Jayapura, Rabu (24/5/2023).

Pasalnya, Pemkab Jayapura sejak tahun 1984 silam memakai tanah ulayat milik Almarhum Markus Kallem, untuk membangun SMPN 7 Sentani dan SDN Inpres Melan Hilli.
Kedua sekolah tersebut terletak di Jalan BTN Sosial BPD, Gunung Polomo, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Tanah ulayat tersebut seluas 13. 320 m2 di SMPN 7 Sentani, dengan sertifikat kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 1385, Surat Ukur Nomor 195/HKB/2003 tanggal 19-12-2003.
Sedangkan tanah seluas 9.000 m2, untuk SDN Inpres Melam Hilli, yang berdampingan dengan SMPN 7 Sentani.

Sebelumnya, para penggugat dan Pemkab Jayapura menggelar pertemuan di Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah, Sentani tahun 2022.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan juga penandatangan berita acara pembayaran ganti rugi tanah ulayat di mana Pemkab Jayapura berencana membayar ganti rugi tahun 2023. Namun, hingga kini tak kunjung terealisasi.
Karena itu, para penggugat mendaftarkan perkara tanah ulayat milik Almarhum Markus Kallem ke Pengadilan Negeri Kelas I A Jayapura, karena tergugat dianggap wan prestasi.(Redaksi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *