banner 728x250

Pemerintah Kota Jadikan Skow Yambe Pilot Poject Pohon Sagu

banner 120x600
banner 468x60

Jayapura, Papua Terbit,- kearifan budaya lokal Papua mulai terancam punah oleh pembangunan salah satunya pohon sagu.

melalui Festival tokok sagu yang di gagas oleh pemerintah Kota Jayapura bersama Dirjen Kebudayaan Kemendikbud menjadikan Kampung Skouw Yambe sebagai Pilot project (Proyek Percontohan ) penanaman pohon sagu.

banner 325x300

Pj. Walikota Jayapura, Frans Pekey mengatakan festival tokok sagu memliki peran dan nilai yang sangat tinggi yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.

“Dusun sagu semakin habis dan terancam kepunahan keberadaannya,”katanya dalam sambutannya Festival Tokok Sagu yang berlangsung di Skouw Yambe, Rabu(21/6/23)

oleh karena itu pemerintah pusat bersama pemerintah daerah di harapkan untuk melestarikan menanam kembali

“jangan sampai generasi 40 tahun yang akan datang jangan sampai menjadi nama saja,”terangnya

Hal ini tercatat dan tak akan di lupakan penanaman bibit sagu yang di lakukakan oleh 13 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia wilayah VI.

Pemerintah kota berencana akan menjadikan Festival tokok sagu sebagai agenda rutin tiap tahun

“Saya minta warga dapat tokok sagu dengan tangan sendiri,jangan di ganti mesin saja,”harapnya

Sehingga apabila pemerintah kota sudah menjadi agenda tetap,” kita harap festival ini memiliki nilai kelestarian, tetapi juga memiliki nilai wisata dan dapat berkolaborasi dengan dinas pariwisata,kebudayaan, dan masyarakat adat,”Tutupnya

Dirjen kebudayaan Kemendikbud melalui Direktur Kepercayaan Terhadap TYME dan Masyarakat Adat Samsul Hadi pihaknya mendukung upaya upaya percepatan kemajuan kebudayaan yang di lakukan oleh program pemerintah kota Jayapura melalui penanaman bibit pohon sagu.

“Adik adik kami latih sejak bulan Januari 2023 di ajarkan pengetahuan kearifan lokal yang sudah terlupakan.”ujarnya

Ia menjelaskan, Skouw yambe potensi masyarakat adat sangat kuat, pihaknya meminta dari pemerintah kota untuk dapat mengeluarkan SK Walikota atau perda yang di tetapkan

“Menggali produk sagu sehingga Eksistensi produk masyarakat adat dapat terangkat,”katanya

Apalagi melalui festival portnumbay ini Dirjen Kebudayaan tetap mendukung program dari pemerintah kota Jayapura yang berbasis masyarakat.

“gerakan yang berbasis masyarakat dapat tumbuh dari masyarakat untuk masyarakat

Pihaknya menampung Aspirasi dari masyarakat masyarakat wilayah Skouw menjadi masukan, ia berharap kedepan untuk mengikuti kongres budaya nasional Indonesia pada bulan Oktober 2023
mendatang

Di katakan, Festival totok sagu dapat membangun upaya upaya gerakan gerakan yang berbasis masyarakat
Skouw Yambe sebagai pilot project penanaman bibit pohon sagu.

“Tahun ini kami bangun gerakan mengangkat budaya dan kearifan lokal di Papua dan Papua Barat, sagu merupakan pangan lokal warisan dari leluhur di Tanah Papua,perlu di lestarikan,”katanya

Sehingga melalui Dirjen Kebudayaan, kami sampaikan saat ini terjadi pengrusakan pohon sagu saat ini terjadi kondisi krisis pangan dunia dan iklim.

“Skouw Yambe sebagai pilot project, bisa menjadi praktek baik,kalo pun perlu pendampingan dari kami, kami juga siap untuk mendukung walikota di asosiasi pemerintah kota Seluruh Indonesia,”tambahnya(Epen)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *