Perkuat Kerjasama JKN, BPJS Kesehatan dengan PT Freeport Indonesia

0

Timika, Papua Terbit, – BPJS Kesehatan Cabang Jayapura diundang menjadi narasumber dalam kegiatan Forum Human Resources (HR) ke-20 Tahun 2023 yang diselenggarakan PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama kontraktor, Senin (05/06). Forum tersebut dilakukan secara rutin tiga kali dalam setahun dalam rangka mengedukasi dan memberikan informasi terbaru guna meningkatkan kinerja seluruh pegawai di lingkungan PTFI.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah ikut serta menjadi narasumber dalam forum HR bersama seluruh kontraktor PTFI ke-20 kali ini, karena akan sangat membantu memberikan informasi terkait program BPJS dan memberikan edukasi kepada seluruh teman-teman HR kontraktor di lingkungan PTFI,” kata Ahmad Hardi selaku HR Services Manager PTFI.

Forum HR tersebut secara garis besar membahas mengenai kepegawaian dan isu-isu yang terjadi di lapangan, meliputi; (1) rekrutmen pegawai untuk kontraktor; (2) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); dan (3) standar international Organization for Standardization (ISO) terkait kesehatan pegawai. Terkhusus, BPJS Kesehatan memberikan pemaparan terkait program kepesertaan JKN dan implementasinya di wilayah kerja PTFI.

Narasumber BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Deny Jermy Eka Putra Mase, yang juga selaku Kepala Cabang dalam paparannya menjelaskan terkait program kepesertaan JKN dengan memaparkan terkait dasar hukum program JKN, data jumlah kepesertaan PTFI, kontraktor dan pegawainya di wilayah kerja PTFI, program layanan kepesertaan, data kerja sama faskes, benefit dan layanan yang diberikan sebagai peserta program JKN.

“Jumlah kontraktor atau badan usaha di PTFI yang terdaftar di BPJS Kesehataan saat ini sebanyak 125 badan usaha dari 343 badan usaha atau secara persentase sebesar 36,44%. Masih terdapat 218 badan usaha atau sebesar 63,56% yang belum terdaftar BPJS Kesehatan. Namun, jika melihat data badan usaha yang dibina secara langsung oleh PTFI, sebanyak 27 dari 36 badan usaha telah terdaftar BPJS Kesehatan dan kami sangat mengapresiasi capaian tersebut,” ungkap Deny.

Deny juga memberikan arahan dan himbauan kepada peserta forum mengenai pentingnya kepatuhan untuk mendukung program pemerintah dalam bidang kesehatan. Deny mengungkapkan usaha di bidang pertambangan atau energi memiliki risiko yang tinggi, sehingga setiap orang harus memiliki akses terhadap jaminan kesehatan.

“Melihat resiko yang cukup tinggi pada bidang usaha yang dijalani oleh PTFI dan teman-teman kontraktor, maka kita harus lebih aware terhadap akses kesehatan setiap orang atau pegawai yang bekerja di lapangan. Khususnya melalui program JKN yang diwajibkan pemerintah untuk bisa menjamin kesehatan dasar setiap orang dan sebagai upaya gotong royong membantu sesama”, jelas Deny.

Dalam sesi diskusi forum, beberapa HR kontraktor menceritakan pengalaman mereka yang sangat terbantu dengan BPJS Kesehatan karena memberikan perlindungan kepada keluarganya yang jauh karena merantau. Terdapat juga peserta yang membagikan pengalaman mereka yang berobat ke puskesmas dengan BPJS Kesehatan dan merasa pelayanan yang diberikan sangat mudah dan cepat.

“Jujur saya sudah lama tidak menggunakan BPJS Kesehatan, namun ketika kala itu saya mencoba menggunakannya kembali, saya terkejut karena semudah itu untuk berobat dengan BPJS Kesehatan. Saya datang ke puskesmas, hanya diminta menyebutkan NIK dan selanjutnya menunggu antrian dokter. Setelah itu, baru mengambil resep dan obat di farmasi. Sungguh cepat dan mudah.” Ungkap Anang.

Terakhir, dalam kesempatan forum tersebut, BPJS Kesehatan memberikan tiga souvenir kepada tiga penanya terbaik yang aktif dan turut memberikan masukan dan pengalaman mereka sebagai peserta JKN. Deny selaku narasumber menutup diskusi dengan memberikan kesan dan pesan terkait pelaksanaan kegiatan ini serta pentingnya peningkatan kepesertaan badan usaha untuk melindungi hak kesehatan setiap pekerja yang bekerja di lapangan.

“Saya berterima kasih kepada PTFI yang sudah memberikan kesempatan kepada BPJS Kesehatan untuk menjadi narasumber. Saya berharap melalui forum ini persentase kepesertaan kontraktor di lingkungan PTFI dapat meningkat dan lebih memahami pentingnya program JKN,” tutup Deny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here