Ketua LMA Kota Akan Menghadap Kesbangpol Provinsi Papua Soal Hasil Seleksi MRP

0

Jayapura, Papua Terbit,- Pj Walikota Frans Pekey mengatakan tim Panitia Seleksi( pansel ) wilayah Tabi I (satu) bakal calon MRP sudah independen bekerja sesuai dengan aturan yang ada.

Ketua lembaga masyarakat adat Jayapura Telly Rollo meminta kepada Pj walikota dan ketua panitia seleksi bakal calon MRP untuk membatalkan dahulu karena mengecewakan banyak orang tabi.

“Saya kecewa juga, kenapa yang di ambil MRP orang yang dari luar kota Jayapura, dari LMA cuma satu orang saja yang di terima, untuk apa seharusnya 3 sampai 4 orang karena kota Jayapura barometer contoh dari keerom satu atau dua, dari kabupaten Jayapura satu atau dua orang,itu wajar saja, tapi ini cuma satu dari tabi, kata Telly Rollo saat di wawancarai di kantor Walikota Jayapura(30/3/23)

Telly menjelaskan, sebagai selaku tokoh masyarakat dan ketua LMA kota Jayapura tak tinggal diam dalam menghadapi persoalan ini, akan lanjutkan ke pemerintah Provinsi Papua bertemu dengan dinas kesbangpol

“saya akan dari Kesbangpol Provinsi Papua kemudian lanjut ke plh Gubernur Papua,bila perlu saya akan lanjut ke mendagri,”tegasnya

Yubelina pulalo Perwakilan dari tabi kota Jayapura mengatakan pihaknya protes atas hasil panitia seleksi Majelis Rakyat Papua dari keterwakilan perempuan dan adat

“Kami datang untuk protes dari hasil yang sudah dikeluarkan oleh panitia seleksi calon MRP tidak sesuai aturan “ujarnya

pasalnya, kata Jubelina ada beberapa tahapan yang di sesalkan sehingga panitia seleksi mendis yang di anggap tidak sah

“saya sesalkan, saya dari marga pulalo wilayah kabupaten Jayapura, akhirnya mereka mendis berkas verifikasi,”ucapnya

namun di tahapan berjalan
saya mendampingi kakak saya pada saat melakukan verifikasi kakak saya di protes dan dikeluarkan secara tidak sah oleh ketua panitia merauje,

tiba-tiba dicoret bahkan ada yang sudah mengundurkan diri beliau suruh masuk kembali untuk mengikuti seleksi

“ketika saya berembuk dengan pak ketua panbel untuk sama sama melihat ketidakadilan ini namun pak ketua tidak bisa berbuat apapun,nanti kita dorong DPRK saja

Saya rasa ini bukan solusi yang terjadi untuk kakak ivon Awi perwakilan kampung yoka, kita bicara dalam lingkup MRP bukan kita mendorong ke DPRK

Setelah berembuk di salah satu hotel kota Jayapura,ada kesepakatan sah untuk ivon Awi dari kampung yoka,harus ada surat tertulis, Kalo bawa ke hukum itu sah karena ada saksi yang menentukan keabsahan,saya rasa kakak saya sah.

Perwakilan dari keerom Steyla lensru mengatakan rasa kecewa kepada panitia seleksi.

“Saya melihat persyaratan pendaftaran untuk Tabi keerom , tabi kota dan Tabi Kabupaten Jayapura, saya rasa seorang tabi yang ada di atas tanah keerom,jadi tidak ada masalah, jadi saya punya hak untuk mendaftar tidak ada masalah,”ujarnya

Ternyata berbeda di tahun 2023 verifikasi berkas dipilah-pilahkan tidak seperti seperti 5 tahun lalu.

jadi untuk khusus mau terima orang asli kota Jayapura, asli Kabupaten Jayapura, dan asli kota Jayapura harus di tulis dan di centangkan dalam pengumuman itu, saya kecewa tidak lolos tapi tidak apa apa,”tutupnya(Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here