Ikatan Istri Karyawan (IIK) BPJS Kesehatan Bersama Dharma Wanita Kota Jayapura Ikut Sosialisasi Skrining Riwayat Kesehatan

0

Jayapura,Papuaterbit. – Deteksi dini risiko penyakit secara berkala merupakan hal penting yang harus dilakukan, sebab datangnya suatu penyakit sering kali tidak disadari oleh penderitanya, oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan oleh peserta JKN untuk pencegahannya, yaitu dengan melakukan Skrining Riwayat Kesehatan yang rutin dilakukan satu kali dalam setahun.

Hadir sebagai narasumber dari Dokter Praktek Perorangan (DPP), dr. Riestiyani Manuputty dan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jayapura Yuni Kendek. Materi yang dibahas dalam kegiatan ini antara lain, Skrining Riwayat Kesehatan, Aplikasi Mobile JKN dan Pencegahan CA Cervix dan Mammae dan Kanker Payudara serta penyakit kronis lainnya.

dr. Riestiyani Manuputty, menghimbau kepada peserta ibu-ibu Dharma Wanita Kota Jayapura dan Ikatan Istri Karyawan (IIK) BPJS Kesehatan Cabang Jayapura yang mengikuti sosialisasi agar dapat menghimbau kepada rekan dan keluarga serta masyarakat ditempat tinggalnya masing-masing supaya dapat melakukan skrining Riwayat Kesehatan untuk mencegah sejak dini risiko penyakit berbahaya, sesuai dengan materi yang disampaikan terkait dengan penyakit CA Cervix dan Mammae dan Kanker Payudara.

“Saya sebagai dokter keluarga yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan juga sebagai pelaksana apa yang diamanatkan oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan komitmen yang sudah di sepakati, berharap kepada peserta yang hadir saat ini bisa menjadi duta untuk meneruskan informasi yang telah disampaikan dalam sosialisasi ini kepada orang terdekat dan juga masyarakat terkait dengan penyakit CA Cervix dan Mammae dan Kanker Payudara serta penyakit kronis lainnya, karena lebih baik mencegah dari pada mengobati,” himbaunya.

Sementara itu, Yuni menyampaikan dalam penyelenggaraan Program JKN sebagai upaya pencegahan yang dilakukan pada peserta JKN dengan kondisi telah terdeteksi penyakit namun belum menunjukkan gejala keparahan, sehingga diharapkan melalui upaya ini tidak terjadi kecacatan, keparahan dan kematian. Oleh karena itu disarankan untuk melakukan Skrining Riwayat Kesehatan untuk mendeteksi dini terjadinya penyakit kronis.

“Untuk memastikan pelayanan kesehatan terutama promotif dan preventif dapat berjalan optimal sehingga perlu dilakukan upaya preventif lanjutan berupa Skrining Riwayat Kesehatan dan Pelayanan atau Skrining Kesehatan tertentu (Skrining DM) dengan tujuan deteksi dini risiko penyakit untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terjadinya penyakit kronis pada peserta JKN,’’ ujar Yuni.

Layanan kesehatan tersebut dapat dilakukan dengan mengisi form skrining secara manual dan dapat diakses juga melalui Aplikasi Mobile JKN yang dapat langsung mengetahui risiko penyakit rendah, sedang dan tinggi. Fitur skrining riwayat kesehatan pada Aplikasi Mobile JKN, bisa dimanfaatkan oleh seluruh peserta JKN yang berusia 15 tahun atau lebih dan dilakukan satu tahun sekali. Skrining Riwayat Kesehatan wajib dilakukan bagi peserta JKN sebelum mengakses layanan di FKTP.

“Setelah melakukan skrining riwayat kesehatan, jika hasil menunjukan risiko rendah, maka peserta JKN diharapkan senantiasa terus menjaga pola hidup sehat, melakukan olahraga rutin, dan bisa juga melakukan konsultasi kesehatan dengan Dokter FKTP melalui telekonsultasi atau kunjungan langsung ke FKTP jika diperlukan, ”tambah Yuni.

Aplikasi Mobile JKN selain memberikan kemudahan mendaftar dan mengubah data kepesertaan, mengetahui informasi data peserta dan keluarga, mengetahui informasi tagihan dan pembayaran iuran, mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan serta dapat menyampaikan pengaduan dan permintaan informasi seputar JKN.(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here