Mantan Bupati Yalimo Lakius Peyon Akhirnya Hirup Udara Segar, lanjut Tahapan Pilkada

0

Jayapura, Papua Terbit, – Mantan Bupati Yalimo, Lakius Peyon akhirnya menghirup udara segar di nyatakan bebas dari tahanan Polda Papua, dan melanjutkan pilkada di Kabupaten Yalimo pada Jum’at (10/12/21).

Lakius ditahan sejak 22 Oktober 2021 lalu di rumah tahanan kepolisian daerah (rutan Polda) Papua dengan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) tahun 2020 sebesar Rp 1 Miliar sebagai anggaran ganti rugi warga marah yang identitasnya diumumkan positif covid-19.

Usai penetapan sebagai tersangka oleh Polda pada tanggal 26 Oktober 2021 lalu Lakius Peyon mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jayapura.

“Permohonan tersebut dikabulkan hakim pemeriksa, maka hasil putusan praperadilan penangkapan dan penahanan tidak sah pada Kamis (9/12/21) malam,” kata Kuasa Hukum Mantan Bupati Yalimo, Iwan Niode saat ditemui awak media di Polda Papua, Jum’at (10/12/21) sore.

“Hari ini kami menjemput beliau untuk keluar dari tahanan Rutan tetapi setelah berkoordinasi dengan penyidik ada prosedur administrasi yang harus dilengkapi. Jelas mulai tadi malam putusan itu dibacakan statusnya bukan lagi tahanan, semua sudah dibatalkan oleh hakim praperadilan pengadilan negeri Jayapura,” jelasnya.

sementara itu, Ketua Tim Sukses pasangan Lakius Peyon-Nahum Mabel, Alexander Walilo mengungkapkan, usai pembebasan, Lakius akan melakukan proses pencalonan sebagai Bupati Yalimo kembali.

“usai di putuskan bebas, kami fokus pada tahapan pilkada di kabupaten Yalimo. Kami masih tunggu 120 hari dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan berakhir pada tanggal 17 Desember 2021 nanti sehingga kami akan tunggu, setelah tanggal 17 habis kita akan gugat kembali ke MK,” beber Alexander.

Alexander katakan, tahapan KPU tetap akan berjalan dan terkait pemungutan suara ulang (PSU), pihaknya akan menjamin keamanan dan sesuai tahapan yang ada.

” pihaknya akan melakukan tuntutan pencemaran nama baik kepada Polda Papua karena telah melakukan penangkapan dan penahanan tanpa bukti-bukti sah,”tegasnya

“Beliau ditahan tanpa bukti yang jelas maka putusan pengadilan menyatakan yang bersangkutan di tahan maka kami hanya akan menuntut kepada Polda Papua tentang pencemaran nama baik,” pungkasnya(Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here