Bangunan Sekolah SMA Gabungan Jayapura Berbuntut Masalah Tanah Adat

0

Jayapura, Papua Terbit – Sekelompok masyarakat keondoafian suku Jouwe dari kampung kayo pulau melakukan aksi damai pemalangan rehabilitasi pembangunan gedung sekolah SMA Gabungan Jayapura

Peru di ketahui pembangunan gedung kelas yang berlantai 3 sejak peletakan batu pertama bulan juni 2021 oleh Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo kepada pihak yayasan pendidikan protestan dan katholik(YPPDK) SMA Gabungan Jayapura berbuntut masalah belum di bayarkan hak kepemilikan tanah adat

Ondoafi Jouwe Kampung Kayo Pulau Palang Pembangunan Rehabilitasi Sekolah SMA Gabungan Jayapura

Ondoafi Jouwe Kampung Kayopulau Nicolaas Jouwe mengatakan pihaknya melakukan aksi pemalangan pembangunan gedung sekolah SMA Gabungan Jayapura untuk menuntut hak pakai sertifikat yang belum terbayar dari pihak yayasan Pendidikan Protestan Katholik (YPPDK)

“Kami menuntut hak tanah adat atas sertifikat hak pakai yang sudah habis masa pakai selama 17 tahun sejak tahun 2004 sampai 2021 ini,”katanya saat di wawancara oleh awak media(25/11/21)

di katakan pihak yayasan pendidikan protestan dan katholik SMA Gabungan Jayapura sejak 2004-2021 belum ada kesepakatan pembicaraan ganti rugi baik penyelesaian secara adat, maupun secara mediasi.

“tidak adak ada penyelesaian secara adat, seluruh mediasi dari gedung sekolah hingga kantor pertanahan kota Jayapura sampao di SPKT Polresta Jayapura Kota,intinya Belum menemui kesepakatan dari pihak pemilik tanah adat maupun pihak Yayasan Pendidikan Protestan Dan Katholik,”tegasnya

Untuk itu, kata nicolaas Langkah kedepan diharapkan akan ada mediasi lagi baik dari pihak adat, bersama pihak yang terkait sehingga dapat memperoleh hasil kesepakatan bersama untuk saling menghormati dan di hargai hak hak ulayat atas tanah adat milik orang kayopulau khususnya Jouwe

” aksi pemalangan rehabilitasi pembangunan gedung sekolah berlantai 3 sementara tidak ada aktivitas proyek pekerjaan yang di lakukan oleh balai prasarana pemukiman wilayah Papua,”ujarnya

di tambahakan, meskipun tetap di palang tidak mengganggu aktivitas proses belajar mengajar tetap berjalan baik sesuai dengan izin keamanan dengan tidak ada hal hal yang merugikan sampai ada kata sepakat dengan pihak yayasan(Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here