Hari Anti Narkotik, Kepala BNN RI: Perangi Narkotika Melalui Upaya Strategis

0

Jayapura, Papua Terbit – BNN Provinsi Papua menggelar peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 secara Virtual bersama Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin dan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Dr. Petrus Reinhard Golose

Kepala BNN RI Dr. Petrus Reinhard Golose Menyampaikan upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba melalui upaya Strategis

” upaya penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan Perang Melawan Narkoba melakukan beberapa upaya strategis yaitu Soft Power Approach, berupa aktivitas masyarakat yang dapat membentuk Ketahanan Diri dan Daya Tangkal terhadap Narkotika,”katanya saat Virtual berlangsung di ruang rapat BNN Papua(28/6/21)

Ia menjelaskan, selain upaya strategis Soft Power Approach juga upaya Rehabilitasi bagi para pecandu dan penyalahguna narkoba melalui cara Hard Power Approach yakni melakukan upaya hukum yang tegas dan terukur dalam menangani sindikat narkoba serta Smart Power Approach yakni penggunaan teknologi informasi yang mumpuni di era digital dalam upaya Penanggulangan Narkotika

Lanjut, sebagai bentuk sinergitas dengan menitikberatkan Implementasi Rencana Aksi Kementerian,Lembaga dan Pemerintah Daerah dengan landasan hukum telah dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) tahun 2020-2024 adalah bentuk serius Kepala Negara dalam mengajak seluruh komponen Negara Perang Melawan Narkoba.

Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin. Dalam sambutannya Wakil Presiden Republik Indonesia menyampaikan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) adalah sebagai bentuk peringatan dan keprihatinan Dunia akan semakin maraknya korban penyalahguna dan peredaran gelap narkoba di Dunia sekaligus wujud perlawanan terhadap salah satu kejahatan luar biasa yang menjadi tantangan Negara-Negara di Dunia.

“Hingga saat ini, Dunia masih menghadapi 2 musuh besar Yaitu Ancaman Kesehatan (Pandemi Covid-19) dan Ancaman Narkotika.” ujarnya

di katakan, Imbas dari ancaman Narkotika akan terkena kepada seluruh lapisan kehidupan masyarakat dunia, baik individu, keluarga, masyarakat hingga Negara.

perlu di ketahui, United Nations Office On Drugs and Crime (UNODC) pada tanggal 24 Juni 2021 telah mengeluarkan data sebanyak 275 juta orang di Dunia masih menyalahgunakan Narkoba.

“Perang melawan Narkoba memerlukan sinergitas dan kerjasama baik ditingkat Nasional, Regional bahkan Internasional. Tindakan yang tegas, Keras dan Terukur melalui upaya Penegakan Hukum sangat diperlukan”. Tutup Wakil Presiden Republik Indonesia

Hari Anti Narkotika Internasional ( Hani) yang ikut hadir Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Papua Dance Yulian Flassy, M.Si, Komandan Lanud Silaspapare Jayapura Marsma Pnb. Dr. Budhi Achmadi, M.Sc, Kapolda Papua yang diwakili oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Perwakilan Kejaksaan Tinggi Papua, Pamen Ahli Hukum humaniter Pangdam XVII Kolonel arh Riksawan, Perwakilan Komandan Lantamal X Jayapura, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Papua Kusnali, Wakil Walikota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pencanangan Indonesia Bersih Narkoba BERSINAR oleh Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia( Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here