Hari Pancasila, Kakanwil Yowei Tegaskan Pancasila Sebagai Sumber Nilai Berbangsa NKRI

0

Jayapura, Papuaterbit.com –¬†Pancasila sudah seharusnya senantiasa menjadi sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila menjadi ikatan yang menguatkan dalam memenangkan setiap ujian kehidupan. Pancasila menjadi inspirasi dan landasan dalam berpikir, bersikap dan bertindak, dulu, kini dan seterusnya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan Pdt. Amsal Yowei, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila, Selasa (1/6/2021) di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, di Entrop, Jayapura.

Upacara diikuti ASN dan tenaga honorer di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemik. Untuk diketahui, jaringan internet di Jayapura terputus hingga hari ini, sejak 30 April 2021, sehingga upacara secara virtual tidak bisa diikuti oleh sebagian besar masyarakat di Kota Jayapura.

“Masyarakat tentu menjadi fokus utama dalam kesulitan ini, menjadi prioritas para pemimpin dan penyelenggara negara dan pemerintahan. Termasuk di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, masyarakat yaitu umat beragama di Papua harus terus menjadi perhatian penting dan utama dalam pelayanan kita. Pelayanan yang melandaskan pada kesetaraan tanpa membedakan suku, ras, agama atau kelompok.” Demikian lagi disampaikan Pdt. Yowei dalam amanatnya.

Melalui amanat tersebut Pdt. Yowei juga mengajak segenap masyarakat Papua bersatu padu mengatasi kesulitan di masa pandemik ini.

“Marilah kita semua, terus bergandengan tangan hingga badai kesulitan ini berlalu. Mari tetap tegak bersama-sama, saling mengulurkan bantuan dan pertolongan, menutupi celah masalah dan kesulitan dengan kumpulan sumber daya yang kita miliki bersama. Kepada segenap masyarakat umat beragama di pantai, di lembah, di gunung, di manapun berada, mari teguhkan kebersamaan untuk membangun kekuatan handal dalam menemukan jalan keluar terbaik. Terus bangun keyakinan dan kepercayaan diri, semangat dan optimisme akan masa depan yang lebih baik. Dibalik setiap kesulitan ada kemudahan.”

Amanatnya juga mengingatkan harapan untuk sehat dan pulih secara ekonomi.
“Bersama negara bangsa lain kita sama-sama berjuang, bertahan, untuk menang. Menjadi masyarakat dan bangsa yang sehat adalah harapan kita semua. Pulih dan tetap sejahtera secara ekonomi adalah keharusan di saat yang sama. Tentu tidak mudah, namun kita semua tidak punya pilihan.”

Dalam amanatnya Pdt. Amsal menyadari dinamika sosial politik di Papua yang juga harus dihadapi bersama.

“Bersama itu pula, masalah-masalah sosial, ekonomi, politik, hukum, hak asasi manusia, pertahanan keamanan, terus bergulir sebagai keniscayaan dalam kehidupan kita. Termasuk di Papua, kita menyadari masalah-masalah itu tetap menjadi tantangan kita bersama, ujian yang harus kita tuntaskan, meraih tercapainya visi dan misi pemerintah Papua bagi masyarakat di Tanah ini.”

Lantas, Kakanwil selaku Inspektur Upacara menegaskan komitmen atas moderasi beragama, kualitas umat dan kerukunan unat beragama.

“Sekali lagi, bagi kita, umat beragama yang berkualitas, moderat, rukun dan sejahtera lahir batin adalah cita-cita yang senantiasa kita perjuangkan bersama.”

Terkhusus bagi para Aparatur Sipil Negara, tegasnya lagi, Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama hendaknya menjadi terus bagian penting dalam pengabdian dan pelayanan di tengah situasi sulit ini. Integritas, Profesionalisme, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan semakin penting artinya, menjadi landasan dalam kerja-kerja dan karya-karya aparatur negara saat ini.

“Kita memegang amanah di pundak masing-masing, yang turun temurun terberikan sejak para bapak bangsa kita membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita memegang tanggung jawab menjaga dan melestarikan serta mewujudnyatakan Pancasila sejak kelahirannya. Pancasila yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa kita sendiri.” Demikian dipaparkannya pula dalam amanat.

Di bagian akhir Pdt. Yowei mengajak untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian pada sesama, memperkokoh persatuan, meneguhkan nilai-nilai demokrasi dan meluaskan keadilan.

Bertindak selaku Komandan Upacara Haris M. Zen, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, pembaca UUD 1945 Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Syamsuddin, dan pembaca doa Kabid Urusan Agama Kristen Klemens Taran. Petugas pengibar bendera pada kesempatan ini adalah Toni Deny Sahertian, pejabat pengawas pada Bidang Urusan Agama Kristen, Evi Yanthi, JFU pada Sub Bagian Umum dan Humas, dan Hairun Seri, JFU pada Bidang Pendidikan Islam. Para Pejabat Administratur lainnya dan Pejabat Pengawas mengikuti upacara sebagai peserta. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here