Kapolda Papua Akan Tindak Tegas Perbuatan Yang Melanggar Hukum

0

Wamena, Papuaterbit.com – Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw menyampaikan bahwa siapapun juga jika melakukan perbuatan yang melanggar hukum”kami akan tindak tegas untuk melindungi kepentingan masyarakat, Selasa(3/03/20)

sekarang ini situasi di Papua aman namun belum terlalu kondusif, ada beberapa wilayah yang terjadi gangguan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.(KKB)

Ia menjelaskan gangguan kelompok Kriminal Bersenjata yang terakhir terjadi di Kabupaten Mimika, dimana kelompok Kriminal Bersenjata melakukan penyerangan terhadap Polsek Tembagapura dan penembakan terhadap Mobil Patroli. Akibat kejadian tersebut satu anggota Polri mengalami luka terkena serpihan kaca mobil.

Kelompok yang melakukan penyerangan tersebut diketahui merupakan kelompok yang sama yang melakukan penembakan terhadap satu anggota Brimob an. Bharatu (anumerta) Doni Priyanto beberapa waktu lalu,”ujarnya

“Kekuatan personil kami dilapangan saat ini cukup, hanya kami terkendala cuaca dan kondisi geografis dalam upaya melakukan Penegakan Hukum untuk menangkap para pelaku. Prinsipnya jika melakukan perbuatan melanggar hukum kami akan tindak tegas sesuai Undang-Undang yang berlaku, untuk melindungi kepentingan masyarakat,”ujarnya

Hal ini disampaikan Kapolda Papua saat mendampingi Ketua MPR, DPR dan DPD RI di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Jayapura, dalam kunjungan tersebut ketua MPR bersama rombongan melaksanakan tatap muka bersama Forkopimda dan pimpinan SKPD Kab. Jayawijaya serta mitra Komisi V DPR RI.

sementara Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, saya senang berada disini, tanah yang di berkati dan konon bila di Papua maka akan mendapat tanda heran satu dan tanda heran lainnya.

Maksud dan tujuan datang kesini untuk memastikan saudara kami di tanah Papua hidup sama sejahtera dengan wilayah yang lain, ketika Pak Yoris datang ke saya dan menyampaikan bahwa dalam penanganan permasalahan di Papua dapat dilakukan dengan 3 pendekatan yaitu kesejahteran, keadilan dan budaya, saya menilai 3 pendekatan ini tepat.

“Kita memiliki PR besar sejak kemerdekaan tuntutan sila ke 2 dan ke 5, inilah yang sedang kita upayakan terus menerus sejak pemerintahan Jokowi begitu besar perhatian beliau terhadap Papua,”ucapnya

apalagi Pemerintah Indonesia memberikan keistimewaan bagi Papua melalui Otsus, kita sepakat manakala akan berakhir tahun 2021 kita akan dorong untuk diperpanjang.

“Kita tidak tahu kenapa dana Otsus yang begitu besar belum mampu mendorong kesejahteraan masyarakat Papua. Kita sangat peduli dan mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian kepada anak-anak kita sekolah diluar negeri, harus mendapatkan pekerjaan yang layak,”imbuhnya

Usai pertemuan rombongan Komisi V DPR RI meninjau pembangunan di Pasar Wouma dan Kantor Bupati Jayawijaya guna meninjau langsung proses pembangunan Pasar dan Ruko serta lokasi Kantor Bupati yang terbakar saat kerusuhan tanggal 23 September 2019 lalu.(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here