Asisten I, Doren: Stadion PB Masuk Nominasi Termegah Di Dunia Dengan Corak Ukiran Budaya

0

Jayapura, Papuaterbit.com – Sebagai stadion terbesar dan masuk dalam urutan salah satu stadion termegah di dunia, Stadion Papua Bangkit diukir dengan ornamen budaya Papua.

“Sangat luar biasa stadion kita ini. Stadion kita ini setara dengan stadion internasional. Oleh sebab itu, apalagi kalo wilayah pasifik ini yang nomor pertama. Baik di Papua Nugini, baik di Vanuatu dan lain sebagainya. Ini yang lebih utama, lebih luar biasa ini,” ujar Doren Wakerkwa, SH, Asisten Bidang Pemerintahan dan Politik Sekretaris Daerah Provinsi Papua, di Jayapura, Senin, (17/2/2020).

Selain megah, Stadikn Papua Bangkit ditata dengan sebaik mungkin.

“Tapi kalau secara Indonesia, kita dengan stadion Gelora Bungkarno sejajar mungkin. Kami belum lihat baik disana, tetapi disini ada penataan bunga-bunga, penataan lapangan, ruang duduk dan lain sebagainya, lebih agak mewah sedikit. Sedangkan pasang layar tv besar-besar itu, sama dengan video tron itu sama dengan di Gelora Bungkarno. Cuma disini ada kelebihan, trus disana ada kekurangan, begitu juga sebaliknya,” ungkap Asisten I, Doren.

Stadion Papua Bangkit terlihat mewah dan megah, untuk harus diapresiasi, karena Papua juga bisa bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan secara Internasional.

“Tetapi disini diukir dengan ornamen-ornamen budaya khas Papua. Dan itu luar biasa. Karena itu dianggap lebih megah dan perlu diapresi.
Ini kan modern memang, tapi tidak melupakan nilai-nilai budaya yang ada di Papua. Dan dibungkus oleh nilai-nilai budaya yang ada di Papua.
Oleh sebab itu ini perlu diberi apresiasi oleh pemerintah, dan ini adalah aset pemerintah, siapapu anak bangsa yang datang bertanding disini tidak masalah,” kata Asisten I, Doren.

Bukan hanya digunakan pada saat PON saja, namun setelah selesai PON, Stadion Papua Bangkit dapat digunakan oleh iven-iven lainnya di Papua nantinya.

“Lapangan kita siapkan di masa depan setelah PON ini, bisa dilakukan pertandingan antar provinsi, silahkan bisa dilaksanakan di Papua,” pungkas Doren. (celia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here