BEI Beri Pemahaman Cara Berinvestasi Legal ke Wartawan

0
90

Jayapura, Papuaterbit.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua memberikan pemahaman cara berinvestasi dengan legal di bursa saham

Hal ini di ungkapkan saat menggelar worshop wartawan baik media cetak, online, elektronik di Kantor BEI Papua, Selasa (18/2/2020) dengan tema pemaparan program kerja dan market update 2020.

Kepala BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, mengatakan kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada wartawan terkait tata cara berinvestasi untuk meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di bursa saham.

“Diharapkan semakin mendorong masyarakat Papua dan Papua Barat bisa berinvestasi dengan legal terutama di bursa saham karena saat ini semakin banyak investasi bodong,” jelas Kresna.

Dikatakan Kresna, pada 2020 BEI Papua memiliki program kerja, yaitu literasi berupa kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat umum berupa kuliah umum dan seminar pasar modal.

Selain itu, BEI Papua juga gencar melakukan inklusi atau kegiatan edukasi dan sosialisasi untuk menhasilkan investor baru melalui sekolah pasar modal level I dan forum calon investor.

Lanjut itu, dikatakan Kresna, aktivasi melalui kegiatan edukasi lanjutan untuk para investor yaitu SPM kevel 2 A dna B, kelas investor dan investor gathering. Lalu, ada pendalaman produk pasar modal melalui kegiatan edukasi lanjutan untuk memperkenalkan produk-produk baru BEI seperti ETF, obligasi dan derivatif.

Peresmian galeri investasi melalui kerjasama dengan perguruan tinggi pada 2020 ditargetkan penambahan 2 galeri investasi BEI, sosialisasi go publik melalui edukasi bagi perusahaan di daerah untuk bisa menjadi perusahaan tercatat di BEI, dan 2020 ditargetlkan 4 kegiatan bisnis meeting dan 1 worshop go piblik.

Kegiatan bersama stakeholder melalui worshop wartawan, anggora bursa gathering, KSPM gathering, dan CSR berupa bantuan buku dan peralatan sekolah serta perayaan hari besar keagamaan bersama panti jompo dan panti asuhan.

“Banyak keuntungan berinvestasi di saham diantaranya capital gain (harga saham yang meningkat) deviden (pembagian keuntungan), dan bisa ikut rapat umum pemegang saham. Di sisi lain, namanya bisnis investasi memang ada risiko (capital laoss). Jadi, harus pandai-pandai memilih tempat untuk berinvestasi,” ujar Kresna.

Kresna menambahkan, pada 2019 sebanyak 2.608 investir baru, yaitu SID Papua bertambah 2.094 SID sehingga total SID di Papua mencapai 7.796 SID atau tumbuh 37 persen, dan Papua Barat bertambah 514 SID sehingga total SID menjadi 2.023 SID. (Rmh/Ket)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here