Tahun 2019 Perekonomian Papua Menurun, Minus 15,72 Persen.

0
64

Jayapura, Papuaterbit.com –Selama tahun 2019 perekonomian Papua mengalami kontraksi sebesar -15,72 persen, menurun jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang masih tumbuh 7,37 persen. Kontraksi tersebut dipicu oleh menurunnya produksi Pada kategori pertambangan dan penggalian sebesar -43,21 persen.

Penurunan produksi Pada kategori ini terutama disebabkan oleh turunnya produksi bijih logam PT. Freeport selama tahun 2019 dikarenakan masa peralihan lokasi tambang PT. Freeport dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah.

“Fenomena ekonomi pada tahun 2019 yakni, adanya masa transisi lokasi penambangan PT.Freeport menyebabkan produksi biji logam mengalami penurunan pada tahun 2019. Adanya pemberhentian perusahaan kayu pada tahun 2019 di provinsi Boven Digoel, adanya beberapa tanaman pangan di papua menunjukkan pertumbuhan yang menurun. Juga adanya pembangunan infrastruktur pendukung pelaksanaan phone diy papua tahun 2020,” jelas Eko Mardiana, SE, Kepala Bidang Nerwilis BPS Provinsi Papua, saat melakukan pertemuan dengan wartawan di Kantor BPS Papua, Kamis, (6/2/2020).

Kategori lapangan usaha lain yang mengalami kontraksi pertumbuhan adalah industri pengolahan sebesar -1,25 persen dan kategori Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah Limbah dan Daur Ulang sebesar -3,35 persen. Sedangkan kategori lain mengalami pertumbuhan positif dengan lapangan usaha konstruksi merupakan kategori yang mengalami pertumbuhan tertinggi selama tahun 2019 sebesar 9,04 persen.

Adanya pembangunan infrastruktur persiapan PON 2020 turut memicu peningkatan kategori ini. Kategori lain yang tumbuh cukup tinggi selama tahun 2019 adalah kategori informasi dan komunikasi sebesar 7,32 persen dan jasa perusahaan sebesar 6,75 persen.

“Jadi selama tahun 2019 PDRB Papua atas dasar harga berlaku sebesar Rp.189,716 triliun dan atas dasar haega konstan mencapai Rp.134,677 triliun. Ini satu angka yang cukup signifikan sekali, dan pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan IV 2019 ini mengalami kontraksi sebesar -3,73 persen. Ini masih dengan tambang. Apabila secara year to year, antara tahun lalu dan tahun ini, ekonomi mengalami konstraksi juga sebesar -4,47 persen. Dan secara tahunan, C to C PDRB Papua tahunan -15,72 persen,” papar Drs. Simon Sapari, Msc, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. (celia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here