Kenaikan Harga Komoditas Pemicu Terjadi Inflasi 3 Kota Di Papua Sebesar 0,42%

0
80

Jayapura, Papuaterbit.com – Selama Januari 2020 menunjukkan bahwa inflasi gabungan 3 kota IHK di Papua sebesar 0,42%. Kondisi tersebut berbeda dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,71%, diantara faktor pemicu terjadinya inflasi adalah kenaikan harga dengan besaran andil masing-masing yaitu tomat sebesar 0,11% bawang merah sebesar 0,099% dan beberapa komoditas lainnya.

Secara umum inflasi tersebut didominasi oleh pengaruh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil total sebesar 0,52% terhadap total inflasi gabungan 3 kota di Papua yakni, Kota Jayapura, Timika dan Merauke.

“Pada Bulan Januari 2020 gabungan 3 kota IHK di Papua tercatat mengalami inflasi 0,42 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,17 pada Desember 2019 menjadi 103,60 pada Januari 2020,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, Drs. Simon Sapari, Msc, saat memebrikan arahan di kantor BPS, Senin, (3/2/2020).

Lebih lanjut kata Kepala BPS Papua, Simon Saparri, perkembangan inflasi tahun berjalan Januari 2020 mencapai 0,42%. Pencapaian inflasi ini lebih tinggi dibandingkan Januari 2019 yang sebesar 0,19%. Selain itu inflasi year on year Januari 2020 sebesar 1,32% dan relatif lebih rendah dibandingkan Januari 2019 yang sebesar 7,20%.

“Inflasi gabungan 3 kota IHK di Papua sebesar 0,42 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya,” lanjut Kepala BPS Papua, Simon.

Berdasarkan pantauan inflasi month-to-month tercatat bahwa setelah melewati perayaan Natal dan Tahun Baru, perkembangan harga di gabungan 3 kota IHK se-Papua mengalami fenomena inflasi yang lebih rendah dan terkendali dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan beberapa komoditas yang mampu menahan laju inflasi di antaranya, tarif angkutan udara, ikan mujair, daging ayam ras, ikan kembung, bahan bakar rumah tangga, dan beberapa komoditas lainnya.

“Memperhatikan besaran capaian inflasi tahun kalender serta inflasi yoy gabungan 3 kota IHK di Papua, kondisi inflasi secara umum masih terkendali. Namun demikian mengingat besaran andil penyumbang inflasi di 3 Kota gabungan IHK didominasi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau,” jelas Kepala BPS Papua, Simon.

Pemerintah perlu mengantisipasi potensi gejolak harga dimasa mendatang, khususnya pada komoditas sayur-sayuran dan ikan-ikanan. ketersediaan stok komoditas di pasaran perlu dipantau oleh Pemerintah beserta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar potensi gejolak harga dapat dikendalikan dan diantisipasi sejak dini. (celia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here