RSUD Jayapura Komitmen Dengan Sistem Finger Print Mudahkan Pasien Cuci Darah

0
211

Jayapura, Papuaterbit.com – RSUD Kota Jayapura sudah mengimplementasikan komitmennya dalam hal sistem administrasi melalui finger print bagi pasien yang memanfaatkan layanan cuci darah (hemodialisa).
Penerapan sistem ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama antara BPJS Kesehatan dengan PERSI untuk memberikan kemudahan layanan bagi peserta JKN-KIS. RSUD Kota Jayapura merupakan salah satu Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Djamal Adriansyah, mengatakan dengan diadakan system Finger Print ini juga akan memberikan manfaat bagi rumah sakit dalam pemberian layanan kepada peserta karena meminimalkan jenis inputan pada penerbitan Surat Eligibilitas Peserta (SEP).

“BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan khususnya yang melayani hemodialisis (cuci darah) juga mengupayakan kemudahan untuk proses verifikasi dengan sidik jari bagi peserta yang rutin memanfaatkan layanan cuci darah,” ujar Djamal pada saat supervisi kepada pasien hemodialisa RSUD Kota Jayapura”.

Djamal juga mengharapkan dapat mengurangi antrian serta mempermudah peserta JKN-KIS mengakses layanan cuci darah tanpa harus mengurus surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas atau klinik yang harus diperpanjang setiap tiga bulan sekali.

Bagian Administrasi Instalasi Hemodialisis RSUD Kota Jayapura, Ani, menyampaikan bahwa dengan adanya sistem finger print ini dari pihak rumah sakit juga merasakan manfaat kemudahannya. Sistem finger print ini memang bertujuan untuk mempersingkat alur administratif pasien cuci darah yang sebelumnya harus melakukan pembaruan rujukan dari  (FKTP) setiap 3 (bulan) sekali.

“Kalau dari sisi pasien mereka merasa dipermudah alurnya, kalau dari sisi kami sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan, sistem finger print tersebut juga mempersingkat waktu kami dalam proses penginputan data pasien. Jadi ketika pasien melakukan finger print tersebut data pasien sudah terekam dan akan muncul di sistem. Semoga untuk ke depannya baik dari BPJS Kesehatan dan rumah sakit selalu memberikan inovasi yang memberikan kemudahan bagi pasien dan khususnya peserta JKN-KIS,” ungkapnya.

Salah satu pasien cuci darah yang sudah berjalan selama dua tahun merupakan peserta JKN-KIS, Sri Natun, ia mengatakan bahwa saat ini dengan adanya sistem finger print tersebut dirinya serta pasien hemodialisa lainnya merasa makin dipermudah untuk mendapatkan pelayanan, tidak kerepotan lagi ketika surat rujukan layanan cuci darah telah habis dan harus diperbarui di FKTP.

“Karena sekarang sudah menggunakan finger print, datang hanya mengisi daftar hadir, menempelkan jempol pada alat pemindai sidik jari, sudah bisa langsung dilayani,” cerita Sri.
Dirinya telah memanfaatkan layanan cuci darah ini selama satu tahun terakhir, sehingga dirinya bisa membandingkan layanan cuci darah tersebut sebelum dan setelah diimplementasikannya sistem finger print.(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here