Peringati Hari Anti Korupsi, FPKB Datangi Kantor Kajari Biak

0

Biak, Papuaterbit.com -Dalam rangka memperingati hari anti korupsi sedunia, ketua Forum Peduli Keadilan Biak (FPKB) bersama Kordinator Guru kontrak, forum komunitas kepala kampung, kontraktor dan kesehatan mendatangi kantor kejaksaan negeri Biak Numfor senin(9/12/19) siang.

Para pendemo melakukan orasi dengan menyampaikan pendapat mereka dan mendesak pihak kejari biak dan kepolisian Biak Numfor untuk bekerja semaksimal mungkin untuk memberantas tindak pidana korupsi di daerah ini.

Korupsi adalah musuh bangsa dan merupakan tindak pidana kejahatan kemanusiaan luar biasa (ekstra ordinary crimes).

Wellem Rumpaidus dengan tegas mengatakan, kejari biak lamban/lambat untuk melakukan tindakan terhadap praktek praktek korupsi. Institusi penegak hukum seharusnya ketika ada laporan dari masyarakat, yang terpasang pada mainsetnya adalah orang yang di laporkan itu bersalah. Bukan di biarkan.

Kampak papua dan FPKB meminta dengan tegas kepada kapolda papua dan kejati papua agar supaya hukum di tegakkan dan meminta supaya di hentikan stikmanisasi yang merupakan modus operandi bawahan nya masing masing dalam menangani kasus tindak pidana korupsi yakni NKRI harga mati dan papua merdeka. Sebab tidak ada hubungannya dengan stigma NKRI harga mati dan papua merdeka dalam penanganan tindak pidana kasus korupsi.

“Kami meminta dengan tegas kepada kapolda papua Irjen.Pol.Drs.Paulus Waterpauw supaya menindak tegas bawahan nya yang selama ini lamban dalam menangani kasus kasus tindak pidana korupsi di kab Biak Numfor. Yakni kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana prospek 2017 senilai Rp 26,6M dan penipuan penerbitan 27 SP2D untuk rekanan/pihak ketiga di bendahara umum daerah. Kami juga meminta kejati papua Nikolaus Kondomo supaya mengambil alih kasus korupsi di Biak Numfor. Yaitu Dana guru kontrak daerah senilai Rp 18,6M TA 2015,2016,2017 dan Dana BOK TA 2016/2017 senilai Rp 3,3M.
Dan kami minta supaya kejati papua segera copot kejari Biak Numfor dari jabatannya karena di nilai lamban dalam menanangani kasus korupsi. Dan kejati papua segera menempat kan kejari baru yang mampu dan berdedikasi. Selanjutnya Kapolres Biak Numfor agar supaya hukum dapat di tegakkan demi kesejahteraan masyarakat Biak Numfor.

Sementara itu, mewakili kepala kejaksaaan negerii Biak, subianto menyampaikan bahwa kami akan laporkan ke pimpinan. Kami akan tindaklanjuti masalah ini. Walaupun di akui subianto bahwa dalam penanganan kasus korupsi, kami terkendala kurang nya personil jaksa, Namun beliau optimis, komitmen akan tetap di laporkan ke pimpinan dan ditindaklanjuti.

Mantan anggota DPRD 3 periode, Wellem Rumpaidus berharap apa yang kami sampaikan, yang kami laporkan hari ini, jangan di di abaikan. Segera ditindaklanjuti. Apabila tuntutan kami tidak di indahkan, maka kami Kampak Papua dan FPKB akan bawa masalah ini ke tingkat nasional di jakarta,”tambahnya ( Lis/Ket)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here