Kapolresta : Kami Akan Tindak Tegas Dan Bubarkan Kelompok Aksi Peringati Hari OPM

0
103

Jayapura, Papuaterbit.com – Philipus Robaha pemuda berusia 22 tahun angkat bicara setelah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian Polresta Jayapura Kota terkait adanya selebaran ajakan untuk aksi 1 Desember yang diperingati sebagai hari organisasi Papua merdeka(OPM)

Dihadapan pihak kepolisian, Philipus membantah dirinya terlibat dalam ajakan terkait aksi ibadah dalam memperingati 1 Desember mendatang.

“Saya tidak tahu menahu terkait selebaran ajakan yang mengatasnamakan dan tanda tangan saya untuk aksi itu. Saya tidak tahu sama sekali, dan saya tegaskan itu bukan saya,” ungkapnya, Rabu (27/11/19)

Ia pun berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan ajakan untuk memperingati 1 Desember sebagai hari organisasi Papua merdeka.

“Saya harap masyarakat tidak usah percaya selebaran itu, kalau mau melakukan ibadah silahkan di tempat ibadah masing-masing sebagai mana 1 Desember jatuh pada hari Minggu, tanpa harus melakukan aksi-aksi yang dianggap bertentangan,” tuturnya.

Sementara itu Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas ketika diwawancarai menerangkan terkontrol selebaran kertas terkait aksi ibadah untuk peringatan 1 Desember, pihak dari telah memintai keterangan terhadap Philipus Robaha.

“Yang bersangkutan sudah klarifikasi ke publik bahwa yang bersangkutan merasa tidak pernah mengeluarkan surat tersebut. Termasuk juga menandatangani surat edaran kepada masyarakat untuk menghimbau melaksanakan ibadah pada 1 Desember 2019,” terangnya.

Kata Gustav selain Philipus, ada dua orang lainnya yang akan di panggil untuk dimintai klarifikasi terkait aksi 1 Desember mendatang yakni RW dan MH.

“RW ini diketahui menghubungi Philipus untuk menjadi katua Panitia pada ibadah 1 Desember mendatang, sementara MH kami akan panggil terkait pernyataan di Media untuk aksi pada 1 Desember mendatang,” terangnya.

Gustaf pun menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang dan waktu bagi kelompok-kelompok yang akan menggelar kegiatan atau ibadah untuk memperingati 1 Desember.

“Apabila ada aksi yang dianggap sebagai kegiatan untuk memperingati 1 Desember kami akan ambil tindakan tegas dengan membubarkan,” tegasnya.

Ia pun menghimbau kepadaa seluruh elemen masyarakat yang ada di kota Jayapura untuk melakukan ibadah di tempat peribadatan yang semestinya mengingat 1 Desember merupakan hari Minggu.(Redaksi PT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here