Manfaatkan SDA Dan Menjaga Hutan Lindung Di Papua Demi Anak Cucu

0

Jayapura, Papuaterbit.com – Dalam rangka melakukan pengendalian terhadap kerusakan hutan lindung di Provinsi Papua, kementrian lingkungan hidup melakukan

Kepala Dinas Kehutanan provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray menyampaikan salah satu kegiatan yang sifatnya nasional dari kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan, dalam rangka pemulihan perairan darat yang terjadi dalam rangka perbaikan tata kelola perairan di darat, baik Danau sungai dan rawa-rawa.

“Dengan workshop ini diharapkan ada keterpaduan kerjasama antara berbagai stakeholder sehingga kualitas perairan di darat ini benar-benar bisa terjaga, bisa berfungsi secara optimal, dalam rangka mendukung pembangunan,” kata Kadis Kehutanan Provinsi Papua, Jan Ormuseray usai melakukan sosialisasi pengendalian kerusakan perairan darat melalui public-private partnership (PPP) dan imbal jasa lingkungan (IJL) di provinsi Papua, tahun 2019, di Jayapura, (13/11/19).

sehingga kedepannya kerja sama antar berbagai pihak ini ada karena kita sadari bahwa pembangunan sektor Kehutanan dan lingkungan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan atau di daerah, tetapi membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, institusi, lembaga juga dengan masyarakat tentunya, paparnya

Sementara itu kata, Amin Sutanto, S.Hut, M.S, Kepala Sub Direktorat Pengendalian Kerusakan Mata Air dan Tanah Direktorat Kerusakan Perairan Darat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan dari segi tutupan lahan yang Papua masih bagus, tetapi dari segi eksploitasi di Papua banyak pertambangan yang sangat merusak khususnya daerah aliran sungai. Seperti perairan darat yaitu sungai, danau, mata air. Dengan eksploitasi hutan menjadi gundul, resapan air semakin berkurang, sehingga sangat berpotensi menimbulkan bencana alam.

“Terkait dengan cuaca dan hujan, seperti saat banjir bandang di Sentani Papua, gunung siklop itu, karena kerusakan daerah akibat tutupan lahannya berkurang karena dari penggundulan hutan,” tutur Amin Susanto.

Untuk kita akan berusaha mensosialisasikan gerakan pemulihan daerah aliran sungai, dengan cara merehabilitasi atau rehabiliti hutan dan lahan yang terkait dengan vegetatif atau penghijauan, selanjutnya dengan membangun bangunan-bangunan KTA atau bangunan konservasi tanah dan air, pengendali, gali plak dan sumur sumur resapan, sehingga untuk mencegah terjadinya banjir,” papar Amin Susanto.

“Intinya adalah dengan workshop ini kita akan melaksanakan partnership dengan 5 pihak, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat, bergabung dalam suatu gerakan yang namanya urun daya, gerakan bersama atau gerakkan gotong royong. Jadi semua pihak berperan dalam melaksanakan gerakan pemulihan DAS ini,” tutur Amin Susanto.

“Siapapun bisa berperan dan dengan sumber daya yang mereka miliki misalnya pemerintah dengan dananya, masyarakat dengan tenaganya, swasta dengan kerjasamanya dengan dana-dana CSR,” pungkas Amin Susanto. (clw/ket)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here