Warga Wamena Merasa Nyaman,TNI-Polri Lakukan Patroli Dan Tambah Pos Penjagaan

0

Jayapura, Papuaterbit.com – Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab yang dipandu oleh Melkias Tangkilangan dengan tema “Bersama Memulihkan harmoni pegunungan tengah” dalam rangka memulihkan situasi Kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya.

Kapolda Papua menyampaikan
aktifitas sudah berjalan dengan normal. Kami ke Pasar Sinakma dan berinteraksi dengan mama-mama pedagang. Dengan perhatian yang besar dari Bapak Presiden melalui Bapak Menkopolhukan, Panglima TNI dan Kapolri yang hadir langsung di Wamena.

“kami bersama dengan Bapak Pangdam sudah mengelilingi Kota Wamena,”Katanya Saat Dialog interaktif di Ruang Pro 1 LPP RRI Wamena Jalan A. Yani Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya,Jumat (18/10/19)

Sarana dan prasaran yang disiapkan untuk membantu mobilitas anggota termasuk mengupayakan untuk menyatukan tugas TNI-Polri dengan membuat pos tetap dan membuat patroli bersama untuk menjaga dan melayani masyarakat dari kelompok yang mengganggu

“kami juga melaksanakan razia untuk mengeliminir kejahatan. Kepada para tokoh tolong dukung dan diskusi dengan masyarakat yang merasa was was dengan beredarnya informasi melalui WA yang bersifat hoax untuk dapat laporkan dan kita akan jawab,”ujarnya

Bahkan ada yang berfikir bahwa kehadiran personil gabungan TNI/Polri di Wamena untuk menakut-nakuti masyarakat bahwa semua itu tidak benar. Kami terus berupaya menangkap para pelaku pembakaran, penganiayaan dan tidak perlu khawatir bahwa kami datang untuk penegakan hukum terhadap pelaku yang melawan hukum.

Sebenarnya kegiatan razia dan patroli yang telah dilaksanakan di daerah Pikey, Sinakma, Potikelek, jalan irian sudah terdata 172 sajam dan sudah kita sita, kejahatan terjadi karena niat dan kesempatan.

” kami disini jangan salah pikir dan jangan percaya dengan orang-orang tertentu dan kami anak asli daerah hidup besar disini bahkan kami sudah 2 kali menjadi Kapolda untuk tangani kelompok yang mengganggu pembangunan oleh pemerintah,”terangnya

Kapolda Waterpauw menjelaskan Kejadian tanggal 12 Oktober 2019 di Wouma kemarin dan pelakunya sudah kita tangkap dan ini upaya yang kita lakukan dan kami dengan Pangdam sudah bertemu dengan pelakunya dan untuk kerusuhan tanggal 23 September 2019 beberapa pelaku sudah kami amankan, untuk yang lain kami masih mencari sehingga meminta bantuan kepada para tokoh.

Pangdam XVII/Cendarawasih dlam kesempatannya menyampaikan kami bersama Kapolda mengudara di Wamena dan kami berdoa sudah berkali-kali baik ke Wamena yang pertama memberikan moril kepada anggota dan dukungan pemerintah daerah dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas supaya sepeti sedia kala.

apalagi dengan kejadian tanggal 23 September 2019 lalu banyak yang resah dan sentra ekonomi tidak berjalan maskimal dan sekarang bersama pemerintah daerah Fokopimda Jayawijaya semuanya situasi Kota Wamena sudah hidup seperti sedia kala.

“Kami bersama Kapolda Papua melakukan keliling kota Wamena dan Kapolri sudah memberikan dukunga kendaraan Roda 2 untuk mendukung patroli di Wamena sebagai wujud kepedulian untuk mengembalikan situasi yang kondusif di Wamena. Kami sempat keliling di pertokoan, pasar, perbankan sudah mulai aktifitas serta perjalanan masyarakat yang menandakan dukungan masyarakat kepada Pemda dan aparat keamanan cukup baik.

Langkah yang dilakukan dari TNI situasi keamanan kami sinergis bersama Polri dan pemerintah daerah sebagaimana Undang-Undang dilakukan Kepolisian kami mendukung dan bagaimana masyarakat melakukan aktifitas pasar dan tidak ada rasa takut dalam kegiatan yang dilakukan.

“Situasi yang terjadi kemarin terdapat masyarakat yang mengungsi dan pulang ke Kampung. kami menghimbau bahwa situasi aman dan kondusif untuk kembali dan melakukan aktifitas seperti biasa,”harapnya

Sehingga masyarakat sudah tau baik dan buruknya media sosial dengan memilih berbagai berita, kami selalu meggunakan medsos dengan baik dan jangan melakukan upaya yang dapat merugikan kita semua.

Diakhir kegiatan Kapolda Papua menyampaikan kita semua dalam keprihatinan, apabila ada hal yang kurang tepat secara maksimal ataupun mengganggu masyarakat itu koreksi, lakukan saja kami mau membuka diri secara objektif untuk melayani dengan baik dan terhadap pelanggaran hukum akan berhadapan dengan hukum, kami hanya alat serta bangun komunikasi dengan keharmonisan dan berfikir positif.

Lanjut Pangdam, diakhir kegiatan menyampaikan Indek pembangunan manusia di Papua kita semua kurang tanggung jawab untuk meningkatkan. Masalah keamanan bukan hanya tanggung jawab TNI/Polri saja tetapi kita semua dan kita jaga untuk membangun Jayawijaya yang aman dan kondusif.( Epen Papuaterbit )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here