RAKER III Am Sinode GKI di Tanah Papua 2019 di Tutup Secara Resmi oleh Pdt. Adrikus Mofu, M. Th.

0

Jayapura, Papuaterbit.com – Sebagai bentuk kepedulian panitia Rapat kerja (Raker )III Am Sinode GKI Di tanah Papua  memberikan sumbangan kasih kepada sejumlah klasis  di berapa wilayah dan beberapa materi kepada peserta raker

“Panitia bersama –sama dengan Klasis  portnumbay  memberikan nsumbangan kasih  bantuan dana  awal gki,klasis my brat sebesar 100 jut dan klasis waropen menerima bantuan  sebesar 100 juta,dan penyerahan bantuan note book  masing-masing kepada 55 klasis dan 15 bakal klasis” kata Wali kota  Jayapura  Dr. Benhur Tomi Mano,MM yang juga selaku ketua panitia

Ketua Sinode GKI di Papua Pdt. Adrikus Mofu menyampaikan  bahwa evaluasi program  yang  di bahas dalam raker III ini adalah kegiatan  pelayanan dan anggaran belanja di tahun sebelumnya serta apa saja yang telah di capai dalam tahun berjalan

Lanjut, yang paling di fokuskan dan evaluasi pada 4 bidang antara lain,  bidang teologia, daya dan bidang umum tersebut  adalah masalah telogia dan dana yang berdampak langsung  kepada pelayanan  kepada warga jemaat gki di tanah Papua,

“raker ini juga membahas beberapa program dan juga hal hal mengenai pengembangan ekonomi umat  salah  satunya pada raker ini kita  berhasil  menetapkan  pendirian  bank gki, kita  berharap  tahun  depan  launching banknya bisa di lakukan, di mana  kehadiran bank ini tentu tidak  semata-mata.mencari  benefit, tetapi  bank hadir untuk memberikan pelayanan kepada jemat, dan pelayanan kepada  masyarakat, “imbuhnya.

Pdt Adrikus berharap, nantinya dalam penetapan  Bank GKI akan di berikan  nama mitra  pelita mudah-mudahan dalam  waktu dekat  ini ojk dapat memberikan  operasional  ini salah satu hasil rapat itu.

sedangkan,dalam rangka  memperingati  Hut Gki di tanah  Papua ke-63 pada bulan oktober  2019,diharapkan Gki bisa  menjadi  gereja  dewasa mandiri dan misioner yang juga  di muat dalam  sub tema raker.

Dikatakan dari  sub tema ini, di balik jemat klasis dan  sinode supaya kita masih mengarakan pelayanan dan  membri dampak perubahan, dan pertumbuhan. gereja  yang  sudah memasuki  usia ke-63 artinya harus ada perubahan harus  ada kedewasan, tetapi dalam tugas-tugas itu tentu harus  menunjukan sebuah kemendirian bagaimana mewujudkan  gereja yang membawah perubahan dan bisa memberitakan  injil  sebagai  misioner”jelasnya.

oleh sebab  itu, dalam  momen  ini pdt. mofu berterim Kasih kepada  seluruh  jemat GKI yang tersebar  di pelosok tanah papua lebih  dari  1930 jemaat  di sampaikan terima  kasih yang selama  ini  memberikan  persembahan  untuk menompang pekerjaan  tuhan di sinode maupun klasis termasuk pelayanan  yang  dilakukan di 55 klasis 15 bakal klasis dan memberikan pembinaan  kepada jemat. kami berharap  tahun mendatang  kita semakin   baik, atau  semakin  berdampak membawa  perubahan bagi  umat tuhan, terima  kasih saya  ucapkan  kepada pemerintah  provinsi  maupun kabupaten  kota di provinsi papua dan papua barat, serta yang turut menompang dan pelayanan gki sinode, klasis, dan jemta”ujarnya.

tak lupa di sampaikan terima  kasih kepada pihak keamanan yang  menjaga raker ini hingga  berjalan dengan  lancar dan aman.

menikapi situasi saat ini gereja hadir dengan  baik membrikan kesejukan  kepada umat nya,untuk tetap saling mengasihi sesama  agar papua  dapat terwujud sebagai tanah damai.

sementara  itu di tempat yang sama ketua  klasis gki port numbay, pdt. h carlos mano m. si.

mengatakan  sebagai  tuan rumah  ia sangat  bersyukur  dan berterima  karena pelaksanaan  raker bisa berjalan sukses, aman, dan lancar.

di mana moto dan pelaksanan raker ini semua peserta yang datang  dengan senyum pulang dengan,datang dengan sehat, pulang dengan sehat dan penuh sukacita.

“untuk  kami menyampaikan  terima kasih atas kepercayaan  yang  di berikan  kepada  sinode kepada  kami, juga terima  kasih kepada para peserta yang telah mengikuti  kegiatan ini dengan baik, termasuk pemerintah  Provinsi Papua,  dan  Papua  Barat, Pemkot Jayapura.yang telah memberikan dukungan secara moril dan materi, para ondoafi, ketua lma, kepala  pemerintah  kampung  masyarakat adat, tambahnya ( Andre/ Epen Papuaterbit )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here