Pasca Rusuh Wamena, Pemprov Papua Anggarkan 8 Miliar Bangun Rumah Dan Kios Di Wamena

0

Jayapura, Papuaterbit.com-Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP, MH, mengatakan, sudah anggarkan delapan miliar untuk membangun rumah dan kios yang terbakar akibat kerusuhan berujung anarkis pada (23/9/2019) di wamena.

” saya sudah anggarkan delapan milyar untuk sekarang ini dan TNI akan bangun dalam bentuk kayu dulu untuk sementara seperti di Tolikara dulunya,” kata Gubernur Enembe, di sela-sela launching pemilihan bupati dan wakil bupati di sebelas kabupaten di provinsi Papua, yang di gelar di Taman Imbi Jayapura, Selasa (8/10/2019).

Terang Gubernur Enembe, pengungsi tidak keluar dari Papua karena Wamena sudah mulai kondusif dan aman.

” Tidak boleh pengungsi-pengungsi terus. Maksudnya kalo pengungsi tidak boleh keluar dari Papua. Saya sudah larang tidak boleh keluar, diatas masih aman. Terhadap para korban yang rumahnya habis terbakar ya itu tugas pemda, jadi Bupati sudah lakukan pendataan mana-mana yang di bakar,” terang Gubernur Enembe.

Tutur Enembe, saat kerusuhan anarkis di Wamena orang non Papua sekitar 20 orang yang mati. namun yang tidak diketahui Orang Asli Papua lebih banyak yang mati dan itu tidak di hitung jumlahnya.

” Di Wamena itu orang Papua lebih banyak mati tapi kamu belum tau. Kamu belum tau orang Papua banyak mati disana. Ini harus jelas juga, kita punya saudara-saudara ada 20 orang, selebihnya itu paling banyak mati orang Papua. Jadi ini harus jelas,”tutur Enembe.

Selain itu, lanjut Gubernur Enembe, gereja dimana menampung para pengungsi, anak-anak yang bersekolah dapat belajar di gereja untuk sementara waktu, menunggu situasi keamanan yang membaik.

” Wamena kemarin anak-anak sekolah di sekolahkan di gereja. Kita harap mereka tetap memberi akses untuk mereka tetap sekolah di gereja. Karena memang untuk masuk juga sudah susah. Gereja sudah tidak ada orang, rumah mereka sudah terbakar jadi tidak mungkin mereka kembali. Saya harap gereja menyediakan tempat di wamena itu untuk mereka bisa melanjutkan pendidikan anak-anak ini,” lanjut Gubernur Enembe.

Ungkap Enembe, hingga hari ini, di tempat setiap tempat pengungsian, pemerintah masih membantu dengam makanan dan minuman.

” Hari ini juga pengungsian sekarang juga kita bantu terus, biaya makan minum mereka,” pungkas Enembe. (Clw/Ket)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here