KPU RI Arif Sebut 7,3 Triliun Anggaran Pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020 Di Indonesia.

0

Jayapura, Papuaterbit.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonsua (KPU RI) Arif Budiman mengatakan pelaksanaan piikada serentak di seluruh Indonesia tahun 2020 mendatang menggunakan anggaran sekitar 7,3 triliun rupiah, dari 270 daerah yakni 9 provinsi dan 261 kabupaten/kota, yang sudah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

” Untuk pilkada 2020 di seluruh Indonesia ada 270 daerah, 9 provinsi, 261 kabupaten/kota. Kalau sampai kemarin anggaran yang sudah disetujui dan ditandatangani NPHD nya itu sekitar 7,3 triliun,” kata ketua KPU RI, Arif Budiman seusai melakukan launching pemilihan serentak bupati dan wakil bupati 11 kabupaten di provinsi Papua, di taman imbi Jayapura, Selasa (8/10/2019).

Arif menjelaskan, kabupaten yang akan melaksanakan pilkada serentak agara bersama pemerintah daerah masing-masing untuk menentukan NPHD sehingga pelaksanaan pemilu bupati dan wakil bupati tidak mendatang dapat berjalan sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

” Harus dibuat jadwal yang berukur artinya KPU sama pemerintah Kabupaten bertemu lalu menentukan misalnya tanggal 14 senin depan, atau tanggal 20 silahkan. Tapi kalau bisa sudah diambil kesempatan tentukan tanggalnya. Jadi ngga boleh molor lagi. Pembahasan harus dilakukan dalam durasi waktu. Kalau saya paksakan tandatangan hari ini saya kan tidak tau situasinya disana. Jangan-jangan anggarannya masih dibahas, masih dianalisis segala macam. Tapi yang saya minta setidaknya hari ini mereka menentukan oke nanti kita akan tetapkan tanggal sekian. Maka selama menunggu tanggal itu lakukan pembahasan yang intensif untuk bisa segera menemukan persamaan pandangan tentang anggaran itu,” jelas Arif.

Arif menuturkan, semua daerah menjadi perhatian KPU pusat sehingga tidak memeta-metakan, walaupun ada daerah yangvterjadi konflik. Karena setiapa daerah mempunyai karakteristiknya masing-masing.

” Semua daerah menjadi perhatian kita, karena setiap daerah itu punya karakteristiknya sendiri-sendiri. Ada daerah yang konflik tapi konflik  kondisi masyarakat yang hitirogen, ada juga yang konflik karena memang punya sejarah, jadi macam-macam, makanya bagi KPU semua daerah itu menjadi perhatian bagi kita. Kita tidak memetakan secara khusus,” tutur Arif.

Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, mengatakan, walaupun situasi Papua sedikit bermasalah tapi kita jamin Papua aman.

” Luar biasa kita bisa hadirkan Pa Arif datang kesini Ya situasi di Papua sedikit bermasalah. Tentu situasi Papua belum kondusif tapi bapa bisa jamin  bahwa Papua seungguhnya aman,” kata Gubernur Lukas.

” Saya berharap di 11 kabupaten ini sudah beberapa minggu lalu saya fasilitasi KPU Papua. Saya sudah menegaskan bahwa tanggal 1 Oktober adalah terakhir, saya tidak mau panggil kedua kali karena sudah tekankan seperti itu. Saya panggil sampai tanggal 5 karena memang batas terakhir NPHD kita.

KPU daerah sudah menyajikan kebutuhannya. Saudara – saudara rasionalkan persamaan DPR, kalau  terlalu jauh. Tentu kita berpatok pada pemilu gubernur terkhir dan pemilu Presiden, dan pemilu legislatif  kabupaten kota, tentu patokannya di situ,” harap Enembe.

” Kita mengacu pada pemilu yang haru saja kita laksanakan. Oleh karena itu sodara punya kewajiban harus melakukan penandatanganan NPHD. Menjamin bahwa anda siap sediakan dana dan siap melaksanakan  pemilukada di kabupaten/kota, terutama di 11 kabupaten,” ungkap Enembe.

” Pemilukada terlaksana atau tidak tergantung Bupati. Kalau Bupati tidak menyediakan dana maka pasti banyak hambatan. Tentu bukan hanya KPU tapi juga pengajuan dari pihak keamanan, Polri, TNI juga harusnya ada dana bagi Bawaslu. Ini tergantung pada Bupati, Bupati siap melaksanakan atau tidak jangan anda bikin masalah,” tandas Gubernur Enembe.

Perlu dikerahui, Launching ini dilakukan dengan bunyikan sirene tanda pilkada 11 kabupaten di Papua disahkan, pelepasan balon dan burung merpati serta penandatangan pakta integritas, oleh ketua KPU RI dan rombongan serta Gubernur Papua.

Turut hadir dalam launching pemilihan bupati dan wakil bupati swrentak 11 kabupaten di provinsi Papua, ketua KPU RI, sekretaris KPU RI, dan Hasyim sebagai perwakilan wilayah Papua. (Clw/Ket )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here