Polda Papua Tetapkan Rusuh Wamena Bertambah 13 Orang

0

Jayapura, Papuaterbit.com – Kepolisian Daerah Papua menetapkan 13 tersangka kerusuhan wamena, enam tersangka baru kerusuhan di Wamena, sedangkan Tiga tersangka diantaranya sebagai provokator dalam kerusuhan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan penetapan enam tersangka baru ini berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan tujuh tersangka yang telah ditetapkan penyidik sebelumnya.dalam keterangan persnya di ruang Media Center Polda, Senin (7/10)

Dari enam tersangka baru, terang Kamal, tiga diantaranya masih dalam pencarian kepolisian.

Ketiga tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni, YA, P dan MH. “Ada 6 tersangka baru ditetapkan penyidik, 3 masih DPO,” tuturnya

Kamal menjelaskan tiga DPO Polres Jayawijaya ini memiliki peran cukup penting dalam kerusuhan di Wamena yang menyebabkan 33 orang meninggal.

Ketiganya terindikasi bagian dari ULMWP dan KNPB. “Tiga DPO ini perannya sebagai provokator. Indikasinya ke sana (ULMWP dan KNPB). Mereka menghasut para pelajar,” beber mantan Wakapolresta Depok ini.

Kamal m penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi untuk mengembangkan penyelidikan di Wamena. Total 13 tersangka yang telah ditetapkan penyidik hingga pekan ini.

Dari 13 tersangka, kata Kamal, beberapa orang diantaranya berstatus sebagai pelajar. 10 dari 13 tersangka telah ditahan, mereka yakni DM (19), RW (18), AU (16), AK (19), DC (32), YP (22), ES (27), NT (27) dan SK (40).

“Peran 13 tersangka berbeda-beda, ada yang dikenai Pasal 187 KUHP tentang pembakaran, Pasal 170 KUHP tentang perusakan terhadap orang maupun barang secara bersama-sama di muka umum maupun Pasal 160 KUHP tentang penghasutan melalukan tindak pidana,” urainya.

di tambahkan, penyidik Polres Jayawijaya telah menyita sejumlah barang bukti berupa 34 buah batu, 22 motor bekas dibakar, 1 unit mobil Hilux dan rekaman video kerusuhan Wamena. “Dari keterangan saksi dan bukti-bukti yang kita miliki ini dimungkinkan ada tersangka lain,” kata Kamal.

Selain itu, kata Kamal aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena, Papua, 23 September lalu, berujung rusuh. 33 orang meninggal dan lebih dari 76 warga mengalami luka-luka dalam kerusuhan di wilayah tersebut.

Unjuk rasa anakris diduga dipicu ujaran Rasis seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Sementara Polda Papua mengklaim telah mengkonfirmasi bahwa isu tersebut adalah tidak benar,( Epen Papuaterbit )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here