Kapolres Sonny Pesan Saling Menghargai Perbedaan Suku Ras Dan Agama

0

Nabire, Papuaterbit.com – Kapolres Nabire AKBP Sonny sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sampai saat ini situasi di wilayah kita di Kabupaten Nabire sangat sangat kondusif

dikatakan atas bantuan Bapak Ibu sekalian baik dari tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh masyarakat di kota Nabire terlebih khusus kepada pimpinan pemerintahan Kabupaten Nabire yaitu Bapak Bupati Nabire yang selalu menjaga harmonisasi terhadap satu dengan yang lain yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Saya berpesan kepada kita semua agar kita saling memahami satu sama dan yang lain dan saling menghargai perbedaan suku ras dan agama, mari kita jaga bumi ini jangan sampai terjadi konflik karena kena tipuan Hoax, Tanah Papua merupakan tanah yang diberikan oleh Tuhan untuk Kita semua jaga agar menjadi aman damai dan sejahtera,” tutup Kapolres Nabire AKBP Sonny.

Mari bersama – sama menjaga stabilitas keamanan di Papua khususnya di kota Nabire ini dalam keadaan hidup damai dan sejahtera,” pungkas Kapolres Nabire.

Deklarasi Damai Menyikapi Perkembangan Situasi Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Nabire Pasca Unjuk Rasa Rasis di Papua dan Papua Barat, dilaksanakan bertempat di Aula Pemda Kabupaten Nabire, Selasa (10/09/19) pagi.

Tokoh masyarakat Kepala Suku Biak Numfor Kabupaten Nabire Enos Kafiar, mengatakan bahwa. “Saya sebagai kepala suku Biak sudah 40 tahun tinggal di Kabupaten Nabire ini, perkembangan pembangunan sangat cepat sekali sehingga mari kita sama – sama menjaga ketertiban, keamanan untuk kita semua,” ucapnya.

“Mudah – mudahan dengan dilaksanakan Deklarasi Damai ini menjadi acuan untuk masyarakat Kabupaten Nabire agar kedepan lebih damai dan saling menghormati,” katanya

Ketua FKUB Forum Kerukunan Umat Beragama Pdt. Junus Mbaubedari, S.Th menyampaikan. “Saya ajak masyarakat di Kabupaten Nabire ini untuk sama-sama menaikan ucap syukur bahwa untuk wilayah kita ini masih dalam keadaan aman, walaupun sempat ada beberapa kali kegiatan demo namun semua itu masih berjalan aman,” kata Ketua FKUB Kabupaten Nabire.

“Semua itu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan yang membuat Kabupaten Nabire menjadi aman sehingga pada akhirnya apa yang kita buat hari ini menjadi suatu bagian yang secara langsung mempengaruhi seluruh kehidupan masyarakat dan umat yang ada di tanah Papua tapi juga diseluruh Indonesia,” tuturnya.

Ketua FKUB Nabire juga mengatakan, di dalam Republik Indonesia ini ada 5 Agama yang di akui, dan semuanya tidak mengajarkan kita untuk melakukan ketidakbenaran atau permusuhan dan kebencian, melainkan mengajarkan kebenaran dan kedamaian itu yang harus kita lakukan bersama oleh sebab itu apa yang kita buat hari ini jangan sekedar hanya jadi pajangan saja, kita harus sampaikan kepada masyarakat agar semua mengetahui bahwa Nabire sudah mendeklarasikan kedamaian.

Sementara itu Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, SIK. “Menyikapi situasi akhir – akhir ini khususnya kondisi di Papua lebih khusus lagi di Kabupaten Nabire kemudian secara pribadi dan kesatuan Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada Bapak Bupati Nabire yang telah memprakarsai kegiatan ini guna keamanan Kita bersama di kota Nabire,” sambut Kapolres.

Pasca kejadian unjuk rasa di Papua dan Papua Barat yang berdampak di Jayapura dan Deyai, Kapolres mengharapkan untuk kedepannya tidak ada lagi permasalahan seperti ini, kita Masyarakat di Kabupaten Nabire adalah masyarakat Indonesia yang ada di tanah Papua ini kita berkomitmen untuk hidup bersama – sama bergandengan satu dengan yang lain hidup damai bersama di tanah Papua ini, untuk itu kita semua harus sepakat menjaga tanah Papua khususnya kota Nabire ini.

“Bila mana terjadi keamanan dan ketertiban di tanah Papua khususnya di kabupaten Nabire Kami sebagai aparat keamanan yang dibantu oleh TNI untuk selalu bersinergi dalam menciptakan Kamtibmas yang Aman damai dan kondusif serta melakukan tindakan hukum kepada oknum yang berbuat melakukan kewenangan atau mengganggu ketertiban khususnya di Kabupaten Nabire,” tambah Kapolres Nabire.

Bupati Nabire Isaias Douw dalam sambutannya menyampaikan, meminta kepada hamba – hamba Tuhan para Tokoh agama, para kepala kepala suku mari kita jaga kita punya warga, kita jaga kita punya umat untuk bersama-sama menjaga Kabuaten Nabire ini.

“Kita harus sama-sama berjuang memajukan kota kita ini agar bisa seperti kota-kota bagian indonesia lainnya, kita punya kekayaan banyak kita juga punya keterampilan orang Papua yang bisa memajukan kota ini melalui ketrampilan dan seni budaya,” kata Bupati Nabire.

“Sampaikan kepada masyarakat karena saya rencana mau turun juga ke kampung-kampung, saya harus sampaikan terkait keamanan ini ke masyarakat secara langsung, bukan saya kirim radiogram tapi saya langsung hadir ditengah tengah masyarakat, karena akan mempunyai nilai yang tinggi apabila saya langsung terjun kelapangan, berbeda apabila saya hanya kirim melalui Radio Gram,” ungkap Bupati Nabire.

Pembacaan Deklarasi oleh Staf Pemda Kabupaten Nabire Petrus Guaijai, adapun isi Deklarasi tersebut, diantaranya : DEKLARASI KESEPAKATAN BERSAMA “KAMI WARGA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DK TANAH PAPUA DENGAN BERAGAM SUKU, BAHASA, AGAMA DAN ADAT ISTIADAT BERSEPAKAT MENYATAKAN :

  1. MENJAGA PERSATUAN DAN KESATIAN DI KABUPATEN NABIRE.
  2. HIDUP BERDAMPINGAN, RUKUN, DAMAI DENGAN PENUH KASIH SAYANG.
  3. SEPAKAT TIDAK TERPENGARUH OLEH ISU -ISU YANG RADIKAL DI KABUPATEN NABIRE.
  4. SEPAKAT MENOLAK SEPARATIS DAN RADIKAL DI KABUPATEN NABIRE.

Setelah dilakukan pengucapan deklarasi damai, dilanjutkan dengan Penandatanganan Deklarasi Damai ( Deklarasi Kesepakatan Bersama ) dari para tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda dan tokoh perempuan serta disaksikan oleh Bupati Nabire bersama Forkopimda Kabupaten Nabire.

Dengan berakhrinya Deklarasi Damai di Kabupaten Nabire, dilanjutkan Doa Lintas Agama oleh para pemuka Agama Kabupaten Nabire( Epen Pt )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here