Panglima TNI dan Kapolri Bersama Paguyuban Jaga Stabilitas Keamanan Papua

0

Jayapura, Papuaterbit.com – Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban bersama di Papua, maka Panglima TNI dan Kapolri melakukan tatap muka dengan sejumlah kerukunan paguyuban Papua

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengatakan harga keamanan sangat begitu berharga,” saya mengajak kepada semua pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan konflik.”

“konflik tidak akan membawa keuntungan kedua belah pihak namun hanya membawa kesedihan, damai itu indah,”tatap muka Panglima TNI dan Kapolri dengan masyarakat Paguyuban di Tanah Papua,berlangsung di salah satu hotel Jayapura, Kamis(5/9/19)

dikatakan semakin menurunnya kegiatan yang tidak perlu dilakukan semestinya dan kondisi keamanan yang membaik maka secara berlahan pasukan akan dikembalikan.

Hindari ujaran kebencian lanjut Pangdam Yosua, marilah kita menatap masa depan yang lebih baik. Adanya kerugian masyarakat akan diperhatikan dan saat ini sedang tahap proses pendataan.

“kami minta pengertian dan kesabaran karena yang namanya proses butuh waktu, sampaikan kepada masyarakat kita untuk bersabar dan menghindari cara – cara yang elegan,” harapnya

Sementara itu Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf Albert Rodja menyampaikan semua yang berada di Papua merupakan salah satu bagian dari Papua” kita semua harus dapat merekatkan dalam kebersamaan di Tanah Papua yang penuh berkat untuk kita semua.

“Bapak Gubernur telah bertemu dengan paguyuban sehingga kedepan saya yakin dan percaya pasti akan lebih baik lagi,”ujarnya

dikatakan banyaknya pasukan membawa dampak sangat besar, kehadiran pasukan untuk menjamin keamanan masyarakat dan dibagi menjadi 5 sektor, apabila didaerahnya belum ada dan membutuhkan personil pengamanan maka kami minta masukannya.

Aktifitas 3 hari terakhir sangat berbeda dan sudah melaksanakan aktifitas seperti biasa, bapak ibu pengurus paguyuban mempunyai tanggung jawab meneruskan informasi kepada masyarakatnya.

Bapak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan pertemuan terkait kerusakan dan bapak walikota telah mendatakan, bapak Menteri telah menganggarkan dan dalam waktu singkat akan direalisasikan, apabila belum ada kepuasan sampaikan melalui prosedur dan hindari adanya provokasi. Ada istilah kemarin paguyuban nusantara namun saya mikir tidak usah karena kita semua hidup dari Sabang sampai merauke.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan penegakan hukum terkait aksi kemarin dan sudah 34 orang kita tetapkan tersangka, Timika 10 orang dan Kab. Deiyei 10 orang, kita melakukan upaya penegakan hukum agar kedepan tidak kembali terulang kembali dan ada efek jera untuk oknum orang – orang tersebut. Kedepan kita harus tetap melihat Papua tetap dalam bingkai NKRI,”katanya

Penyampaian Ketua Dewan Penasehat KKSS dan Pembina Ikatan Keluarga Toraja Provinsi Papua Prof Yohanes Rante yakni, Bahwa kami semua yang duduk disini pada dasarnya menginginkan kedamaian, tetapi pepatah bilang tidak ada api tidak ada asap, apabila belum damai maka kami belum bisa tenang.

dikatakan bahwa tadi disampaikan keamanan terjamin karena pasukan banyak, apabila pasukan ditarik bagaimana strategi Kapolda dan Pangdam untuk menjaga Tanah Papua.

“Kami harapkan ada penegakan hukum yang tegas dan transparan untuk memberikan efek jera termasuk kepada oknum – oknum yang menunggangi permasalahan,”harapnya

Paguyuban Nusantara sudah tidak boleh namun paguyuban Lintas Nusantara dari Sabang sampai Merauke, kedepan kami berharap adanya giat pagelaran seni dan budaya dengan melibatkan semua pihak agar bisa interaksi antar paguyuban.

Penyampaian Ketua Himpunan Keluarga Jawa Madura (HKJM) Provinsi Papua H. SARMINANTO, SH yang intinya, Atas nama HKJM saya mengutuk keras adanya pembakaran, kami serahkan proses sepenuhnya kepada pihak keamanan. Segera pulihkan nilai perekonomian dan keamanan disekitar kita serta mengembalikan psikologi bagi masyarakat yang terkena musibah.

Adakan pertemuan rutin dengan melibatkan semua pihak dan lakukan oenegakan hukum kepada pelaku kejahatan yang merusak dan melakukan disintegrasi bangsa. Kami memberikan dukungan penuh terhadap penegakan proses hukum. Kami minta jaminan keamanan untuk melindungan generasi muda dalam mengarungi masa depan mereka di masa mendatang.

Penyampaian Ketua Kerukunan Himpunan Keluarga Sriwijaya / Anggota DPR Provinsi Papua Mustakim, SH yakni, Apabila kita merevieuw kegiatan agenda demo kemarin kami minta dapat melihat permasalahan apa yang disampaikan, jangan sampai agendanya lain dan terkesan terjadi pembiaran.

“Saat ini kami merasa aman karena banyak personil keamanan, namun kami khawatir pasca personil ditarik kembali, kami minta dalam penarikan personil dilakukan secara bertahap,”imbuhnya

Penyampaian Ketua Penasehat Ikatan Keluarga Maluku Provinsi Papua Sudin Retop yakni, Ada baiknya kita membicarakan peristiwa sekarang dan membicarakan komitmen yang akan datang, negara harus berani menindak tegas setiap orang yang ingin memisahkan Papua dari NKRI.

Standar Operasional Prosedur paguyuban harus dipertimbangkan, selama ini berapa kali terjadi permasalahan yang ujungnya masyarakat berhadapan dengan aparat keamanan. Kedepan apabila ada pertemuan kedepan kami minta saudara – saudara kita baik dari asli Papua juga diundang,”tambahnya( Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here