Gubernur :Ciptakan SDM Unggul, Indonesia Tidak Bergulat Dengan Radikalisme dan Agama

0

Jayapura, PapuaTerbit.com – Menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul menjadi tema nasional memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74 Tahun 2019.

Memperingati detik-detik proklamasi di Stadion Mandala Jayapura dengan membunyikan meriam sebanyak 17 kali oleh Inspektur Upacara Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.I.P, M.H. Untuk Komandan upacara, Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya. (17/8)

Selain itu, pembacaan teks proklamasi oleh Wakil ketua DPR Papua, Edoardus Kaize, S.S dan Undang-Undang Dasar Negara 1945 dibacakan oleh Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib.

Upacara dilakukan dengan hikmat dan penuh haru saat Elsya Maharani Fawels Waromi. membawa baki dengan menaiki 45 tangga dan menerima bendera merah putih untuk dikibarkan dari Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Perlu di ketahui bahwa Elsya Maharani Fawels Waromi, lahir di Jayapura 8 April 2004, adalah siswi SMK Analis Kesehatan Jayapura, putri dari bapak. Efradus Waromi dan Ibu. Sipora Sagambangung,

Selain itu, selaku pembentang bendera merah putih, Yeremia Stenly Menzo Merauje asal sekolah SMA YPPK Teruna Bhakti, lahir di Jayapura, 19 November 2002. Juga pengatur tali bendera, Archilaus M.C Burwos, siswa SMA Negeri 3 Jayapura. Dan penggerak bendera, Sabrain Jonathan Jensenem, asal sekolah, SMA Kalam Kudus Jayapura.

Sedangkan bertindak sebagai komandan kompi paskibraka, Kapten. Caj Mario Febiano Tedez. Dan kelompok 45 gabungan dari TNI-POLRI.

Dalam keterangan pers seusai upacara HUT Ri ke-74, Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.I.P, M.H mengatakan, 17 Agustus merupakan moment bersejarah, sehingga Sumber Daya Manusia kita harus unggul, lebih maju dan sama dengan negara lainnya, karena perubahan selalu terjadi perdetik dan perjam.

“17 Agustus memperingati, mengingati kita bahwa SDM Indonesia harus lebih maju. Jangan kita ketinggalan dengan negara-negara lain. Setiap perubahan, per detik, perjam terjadi. Indoneaia tidak boleh bergulat dengan masalah-masalah radikalisme, agama, dalam kemajuan Indonesia,” katanya.

Selain menjawab mengenai HUT RI, Gubernur Lukas menegaskan terkait pelaksanaan PON XX di Papua tahun 2020 tetap dilaksanakan, karena ini adalah agenda nasional, maka negara juga harus mendukungnya.

” Pelaksanaan PON tetap dilaksanakan, ini kan agenda negara. PON bukan daerah dan kebetulan kita jadi tuan rumah. Jadi kalo negara tidak dukung, kita gagal,” tegasnya.

Perlu diketahui, batalyon upacara empat (4), gabungan organisasi masyarakat, BUMN dan Mahasiswa. Dan batalyon lima (5), gabungan pelajar smp dan sma di Kota Jayapura. (Cella/Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here