Gubernur Enembe Akan Bertemu Presiden Bahas PON XX Tahun 2020

0

Jayapura PapuaTerbit.com – Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP., MH, berencana akan bertemu Presiden Joko Widodo membahas pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020 di Provinsi Papua

” venue PON di beberapa daerah belum selesai dikerjakan, juga kurangnya peralatan olahraga yang harus dipesan satu tahun sebelum pelaksanaan event nasional ini, kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, kepada insan pers, seusai menyampaikan pidato dalam rangka menyambut HUT RI ke-74, di Gedung Negara Dok V Jayapura, Jumat (16/8/2019).

Oleh karena itu Kata Gubernur Enembe, rencananya tanggal 19 Agustus mendatang akan bertemu Presiden dan membahas pelaksanaan PON sampai satu atau dua tahun kedepannya.

” Kami harus belanja alat-alat baru, tapi harus tahun ini kita belanja, tahun depan baru tiba. Ini harus kita konsep kembali, dan belum siap semua. Tanggal 19 agustus nanti saya ketemu Presiden akan bicara ini. Karena ini agenda nasional, bukan agenda daerah.

Apalagi dengan kabinet baru dilantik kami punya Inpres baru yang sekarang baru masuk di Menteri Puan Maharani. Jadi mungkin kita akan minta waktu untuk presiden Jokowi bahas soal pon di Papua

Menurut Gubernur Lukas, pertemuan dengan Presiden nantinya agar kebijakan Presiden untuk pembahasan PON XX di Papua. Juga persiapan alat-alat untuk pertandingan yang belum disiapkan.

“ini saja dari 1.500 (Seribu Lima Ratus) atlet yang direktrut, baru 800 (Delapan Ratus) yang sudah masuk TC,ujarnya

Orang nomor satu di Papua,menjelaskan Papua butuh dana 4 Trliun (Empat Trilyun) untuk melaksanakan PON. Sehingga harus ada kebijakan Presiden untuk menunda PON tahun depan di Papua.

” PON itu biayanya besar, dan juga butuh anggaran PON senilai 4 Triliun, uang tidak ada dimana kita mau dapat ini sebagai pihak penyelenggara.

Sepanjang sejarah PON negara tidak tanggung. Persoalannya itu. Nanti dipikirkan pembiayaan dari mana-mana saja. Karena 2020 itu uang Otsus sudah berakhir, karena APBD kita terbesar dari anggaran Otonomi Khusus (Otsus). Pihak ketiga juga tidak mungkin akan membantu,” pungkasnya (cellya/Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here