Ini Kata Ustad Mualimin: Sholat ID Kesetiakawanan Dan Pengorbanan

0

Jayapura, PapuaTerbit.com – Ribuan jemaah memadati Masjid Al Muminun Mapolda Papua menunaikan sholat Idul Adha 1440 H /2019, minggu (11/8/19)

Ustad H. Mualimin Amin, S.Sos. selaku pembina pondok pesantren Hidayahtuloh Holtekamp, dalam kotbahnya mengatakan ketinggian nilai ibadah haji dan ibadah qurban yang sarat dengan pelajaran kesetiakawanan, ukhuwwah, pengorbanan dan mendahulukan kepentingan dan kemaslahatan orang lain.

“Hari Raya Idul Adha juga merupakan hari raya istimewa karena dua ibadah agung dilaksanakan pada hari sya ini yang jatuh di penghujung tahun hijriah, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban”katanya

dikatakan ribuan tahun yang lalu, di tanah kering dan tandus, di atas bukit-bukit bebatuan yang ganas, sebuah cita-cita universal umat manusia dipancangkan. Nabi Ibrahim Alaihissalam, Abu alMjllah, telah memancangkan sebuah cita-cita yang kelak terbukti melahirkan peradaban besar. Cita- cita kesejahteraan lahir dan batin. Suatu kehidupan yang aman, tenteram, dan sentosa dan secara maten’ subur dan makmur.

oleh sebab itu pada hari ini ratusan juta manusia, dari berbagai etnik, suku, dan bangsa di seluruh penjuru dunia, mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil, sebagai refleksi rasa syukur dan sikap kehambaan mereka kepada Allah SWT.

Sementara jutaan yang lain sedang membentuk lautan manusia di tanah suci Makkah, menjadi sebuah panorama menakjubkan yang menggambarkan eksistensi manusia di hadapan kebesaran Rabb Yang Maha Agung. Meraka serempak menyatakan kesediannya untuk memenuhi panggilannya.

Dalam ibadah qurban, kembali Nabi Ibrahim tampil sebagai manusia pertama yang mendapat ujian pengorbanan dari Allah SWT. Ia harus menunjukan ketaatannya yang totalitas dengan menyembelih putra kesayangannya yang nanti kelahirannya sekian lama.

“Kita juga sadar bahwa kita berhutang budi dalam memanfaatkan negeri ini kepada orang tua generasi pendahulu, para perintis dan mereka yang telah berjasa untuk itu. Kita juga berhutang budi dalam masalah aqidah dan agama yang kita banggakan ini, kepada generasi salaf saleh yang menanggung bermacam kesulitan dan derita dalam mempertahankan risalah ini pada masa pertamanya dan yang telah mengorbankan harta dan jiwa mereka menghadapi musuh-musuh Islam untuk menyampaikan agama ini kepada orang-orang setelah mereka,

Bahkan mereka pula yang telah menghilangkan banyak rintangan yang disebarkan oleh para pencela, pengingkar dan pendusta agama ini.

Demikian sungguh pelajaran yang sangat berharga. Kita selaku generasi masa kini telah berhutang budi kepada generasi-genersai sebelumnya dalam seluruh apa yang kita nikmati saat ini sebagai hasil dari pengorbanan, perjuangan dan sikap mereka yang mendahulukan kepentingan orang lain. Maka sepatutnyalah jika kita melanjutkan rangkaian pengorbanan mereka itu sehingga kita dapat menyampaikan kenikmatan ini kepada generasi berikutnya seperti yang telah dilakukan oleh generasi sebelum kita.

Ustad Mualilin Berharap semoga akan lahir keluarga-keluarga Ibrahim berikutnya dari bumi tercinta Indonesia ini yang layak dijadikan contoh teladan dalam setiap kebaikan untuk seluruh umat.( Epaen )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here