Triwulan ll-2019 Indeks Tendensi Konsumen Papua Meningkat 118,68.

0
135

Jayapura, PapuaTerbit.com – Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Ekonomi (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang.

Nilai ITK menunjukkan derajat opþtimisme kestabilan ekonomi yang ditunjukkan oleh perilaku komsumen dalam menyimpan dan membelanjakan pendapatan rumah tangganya. Jika kepercayaan konsumen meningkat, mengindikasikan keadaan ekonomi yang baik dan konsumen lebih membelanjakan uangnya untuk konsumsi, namun jika konsumen pesimis maka mereka akan mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Papua di triwukan ll-2019 (April-Juni 2019) sebesar 118,68. Angka ITK yang berada diatas 100 mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan kondisinya di triwulan l-2019 (Januari-Maret 2019), sebesar 95,62.

Peningkatan nilai ITK Provinsi Papua di triwulan ll disebabkan oleh meningkatnya seluruh variabel pembentuk ITK. Variabel tersebut adalah pendapatan rumah tangga dengan indeks 123,89, variabel pengaruh inflasi terhadap total konsumsi rumah tangga dengan nilai indeks 115,18, serta volume konsumsi barang/jasa dengan indeks 110,70.

Eko Mardiana, Kepala Bidang Nerwilis BPS Papua, mengatakan, para ekonom akaj jadikan ini sebagai satu learn warning terhadap fungsi konsumen, untuk kembangkan bisinisnya sesuai rekasi konsumen.

” Ini untuk beberapa ekonomi juga dijadikan seperti learn warning begitu ya, terhadap seberapa fungsi konsumen pada triwulan sekarang dan akan datang, sehingga dia bisa mengembangkan bisnis tertentu sebagaimana reaksi konsumen menurut ekonominya,” katanya.

Menurut Kabid Merwillis, Eko Mardiana, dari beberapa hal tersebut ada tiga pembentuk ITK yakni, pendapatan rumah tangga, pengaruh inflasi dan volume konsumsi barang dan jasa.

” Nah Variabel pembentuk ITK itu ada tiga yaitu, pendapatan rumah tangga, pengaruh inflasi terhadap konsumsinya dan volume konsumsi barang/jasa. Pendapatan rumah tangga pada triwulan ll ini indeksnya meningkat 123,89, artinya konsumen mengatakan bahwa ekonomi atau pendapatan saya di bulan dua ini meningkat,” tuturnya.

Selain itu, jelas Kabid Eko Mardiana, pada bulan Juli pegawai menerima gaji 14 dan karyawan dapatkan THR sehingga konsumsi belanja barang/jasa naik.

” Kita tahu bahwa pada bulan lalu terjadi ASN pada menerima gaji 14, kemudia karyawan swasta pada saat bulan dua juga pada menikmati THR. Jadi pendapatan konsumen pada bulan dua ini naik, kemudian bulan kemarin dibawah 95,58 ini artinya bahwa, didalam konsumsi barang/jasa setinggi apapun pengaruh inflasi, karena dia untuk barang tersebut, sehingga dia tetap mengkonsumsi. Jadi dibandingkan triwulan-l kemarin tidak ada pengaruh, namun untuk triwulan-ll ini karena memang kita tahu bahwa perayaan lebaran dan ada perpindahan anak sekolah sehingga pengaruh indeks terhadap konsumsi ini tinggi, artinya tidak berpengaruh. Kebalikan demgan yang indeksnya rendah,” jelas Eko.

Lanjut Eko Mardiana, volume konsumsi barang/jasa pada bulan lalu indeksnya diatas 100 point, artinya konsumen optimis belanja kebutuhannya.

” Kemudian volume konsumsi barang/jasa ini juga menunjukkan bahwa kemarin pada saat triwulan-II, indeksnya diatas 100, artinya bahwa konsumen pada optimis dan membelanjakan barangnya lebih tinggi,” tandasnya. (Cellya/Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here