Inflasi Di Kota Jayapura dan Merauke Masih Terkendali.

0
54

Jayapura, Papuaterbit.com – Hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua selama Juli 2019 menunjukkan adanya inflasi di Kota Jayapura dan Merauke Bulan Juli 2019 namun masih terkendali.

oleh sebab di Kota Jayapura terjadi deflasi atau penurunan harga sebesar 0,41 persen.

Kondisi tersebut masih sama di bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,08 persen.

Faktor pemicu terjadinya deflasi diantaranya adalah penurunan harga dengan besaran andil masing-masing yakni, tarif angkutan udara sebesar 0,258 persen, mengakibatkan harga ikan ekor kuning sebesar 0,087 peren, bawang merah sebesar 0,046 persen, cabai rawit sebesar 0,019 persen, buah pinang sebesar 0,017 persen, tomat sayur sebeaar 0,016 persen, kubis sebesar 0,014 persen, cabai merah besar sebesar 0,011 persen, bawang putih sebesar 0,009 persen, tomat buah sebesar 0,006 persen, dan beberapa komoditas lainnya.

Secara umum deflasi tersebut didominasi oleh pengaruh penurunan harga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan (tarif angkutan udara) yang memberikan andil 0,26 persen terhadap total deflasi di Kota Jayapura.

Sementara itu di Merauke selama Juli 2019 terjadi deflasi sebesar 0,49 persen. Kondisii tersebut bertolak belakang dibandingkan kondisi bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,22 persen.

Diantara faktor pemicu terjadinya deflasi adalah penurunan harga dengan besaran andil masing-masing yaitu, bawang purih sebesar 0,296 persen, ikan mujair 0,258 persen, bayam sebeaar 0,170 persen, bawang merah 0,077 persen, ikan kembung sebesar 0,068 persen, kubis 0,064 persen, tomat buah 0,053 persen, daging ayam ras 0,047 persen, cabai merah beaar 0,045 persen, kembang kol 0,035 persen, dan beberapa komoditas lainnya.

Secara umum deflasi tersebut didominasi oleh pengaruh penurunan harga pada kelompok bahan makanan dengan andil mencapai 0,87 persen terhadap total deflasi di Merauke.

Lebih lanjut di Kota Jayapura perkembangan inflasi tahun berjalan Juli 2019 capai 0,85 persen. Pencapaian itu lebih rendah dan terkendali dibandingkan Juli 2018 sebesar 3,92 persen.

Adapun di Merauke inflasi untuk Juli 2019 capai -1,40 persen. Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan Juli 2018 sebesar 4,20 persen. Berdasarkan pantauan BPS Papua, inflasi month-to-month memberikan sinyal bahwa capaian inflasi di Kota Jayapura maupun Merauke relatif terkendali.

Kata Bambang Wahyu Ponco, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Papua, Jika deflasi tidak bertahan lama maka bagian grafitasi ekonomi. Sedangkan jika deflasi bertahan lama dan berkepanjangan harus ada evaluasi. Karena jika harga turun maka memoengaruhi harga pasar secara nasional.

“Kalau ini deflasi tidak bertahan lama maka dia bagian dari grafitasi ekonomi apabila jika deflasi masih bertahan lama maka harus ada evaluasi. Karena jika deflasi lama dan berkepanjangan maka mempengaruhi pasar,” ujarnya (Celia/Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here