Bupati Puncak Apresiasi Atas Gedung ll DPR Yang Baru

0

Jayapura, PapuaTerbit.com – Setelah diresmikannya Lantai Lima Belas(15) gedung II DPRP oleh Gubernur Papua Lukas Enembe.

Bupati Puncak, Willem Wandik,SE.,M.Si saat diwawancarai wartawan papuaterbit.com mengatakan, meskipun perencanaan yang cukup lama namun, anggota DPRP periode 2014-2019 mempunyai hati untuk bangun gedung baru dan itu diwujud nyatakan oleh Gubernur, Lukas Enembe.

“DPR Periode sekarang saya melihat mereka ada punya hati untuk buat sesuatu, Walaupun ini rencananya cukup lama tetapi di wujudkan oleh Gubernur Bapak Lukas Enembe dan DPR periode 2014-2019.,” katanya.

Selain itu menurut Willem, hal sangat luar biasa dan memberikan apresiasi, dan ini menjadi tanda mata untuk masa-masa yang akan datang.

” Gedung ini luar biasa dan kami memberikan apresiasi, kami dari pemerintah daerah dan kami dari para Bupati menunjukkan bahwa ini menjadi tanda mata untuk masa-masa yang akan datang, dan gedung ini menjadi paling bagus, paling megah, dan ini adalah harga diri dan identitas orang Papua yang diwujudkan. Bukan saya lihat ini tapi saya lihat sudah era Bapak Gubernur yang sekarang, bukan saja ini tapi bangunan dimana-mana, fisik, saya lihat bagus dan saya rasa luar biasa,” Tuturnya

Lanjut Willem, gedung baru ini dapat menampung aspirasi masyarakat dengan baik, dan persoalan di Papua ini bisa dibahas di gedung megah ini.

” Mudah-mudahan dengan adanya gedung ini, aspirasi masyarakat selalu untuk ditampung dengan baik.
Persoalan-persoalan di Papua ini bisa di bicarakan di tempat ini dan tempat yang megah ini bisa dipakai untuk membicarakan yang terbaik untuk orang Papua. Masalah aspirasi apa, serta pengembangan daerah, pembangunan, dan juga keinginan-keinginan dari 29 Kabupaten/ Kota,”jelasnya

Bupati Willem berharap, fasilitasnya sudah lengkap di gedung baru ini, namun gedung DPRP yang lama tidak di bongkar, karena gedung tersebut dibangun pada jaman Belanda, sehingga di jaga dan di rawat menjadi situs sejarah pada anak-anak cucu dan masa yang akan datang.

” bahkan Willem juga berpesan, ini kan tiga gedung yang ada ini, dimana gedung bagian depan yang didirikan oleh jaman Belanda mungkin bisa jadi perencanaan lagi tapi modelnya yang lama bisa jadi arsitek-arsitek yang ada dan modelnya yang ini bisa dipelihara lagi sehingga ini menjadi bangunan sejarah,”harapnya

Jadi tidak harus dibongkar tetapi tinggal untuk menjadi perencanaan kedepan, dan mengundang arsitek yang mengerjakannya dan bisa bangun baru tapi harus sama dengan yang ini. Dan tingkat gedung ini akan menjadi aset sejarah. Nanti suatu saat gadung-gedung ini pasti akan ada kunjungan dan anak-amak kita bisa menikmatinya dan akan jadi situs sejarah nantinya,” tambahnya (Celia/Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here