Pemateri Irwanda: Peran Media Beritakan Hal Positif Tentang ODHA

0

Jayapura, PapuaTerbit.com – pemateri atau fasilitator pelatihan media dan CSO Tri Irwanda Maulana meyampaikan Peran media dinilai sangat penting dan strategis dalam sosialisasi pemberitaan tentang penyakit HIV/AIDS kepada khalayak luas harus positif .

“rekan-rekan wartawan dinilai sangat penting untuk menyampaikan atau mensosialisasikan tentang penyakit HIV/AIDS,” kata Tri Irwanda Maulana saat memberikan materi Pemberitaan Media yang Positif bagi ODHA’ yang digelar oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC) di Kota Jayapura selama 3 hari, Rabu(17/7/19)

Menurutnya, penyampaian bahasa yang mudah dipahami dan dicerna serta dibuat dan diolah oleh wartawan kemudian diterbitkan oleh media atau pers.

sehingga bahaya tentang penyakit HIV/AIDS serta bagaimana cara mengobatinya lebih cepat dimengerti dan diphami.

“Apalagi jika dijelaskan tentang singkatan-singkatan kalimat terkait dengan HIV/AIDS, maka masyarakat akan lebih mudah mencerna,” katanya.

Diakuinya, bahwa dari penyakit HIV/AIDS, ternyata ada efek domino atau turunannya yang bisa menjadi persoalan sosial lainnya di tengah masyarakat, sebagaimana terungkap dalam diskusi itu.

” Misalnya sakit itu diturunkan dari orang tua kepada anak atau kasus lainnya,” kata Tri.

Sementara itu, Gerard salah satu pegiat isu HIV/AIDS di Kota Jayapura dan juga fasilitator lokal Papua mengungkapkan bahwa biasanya para penderita penyakit tersebut ditemui ketika sudah pada tahap stadium tiga, yakni ketika kekebalan tubuh sudah mulai menurun.

“ya kami temui itu rata-rata penderitanya sudah stadium tiga, yang terbilang sudah agak kronis karena terlambat lakukan pengecekan dan mengkonsumsi ARV dengan teratur,” katanya.

oleh sebab itu kata Gerard bahwa gejala-gejala penyakit ketika penderita ditemui antara lain, demam berkepanjangan, berat badan turun drastis, tubuh lemah sehingga aktivitas terganggu.

“Lalu pembengkakan kelenjar di leher, lipat paha, ketiak. Batuk yang berkepanjangan serta gatal-gatal dan bercak merah kebiruan di bagian tertentu tubuh,” katanya menyebutkan.

Sementara Joice, pegiat dari YPKM Provinsi Papua mengungkapkan, dari warga yang dilayani oleh pihaknya, terdapat sekitar 10 orang anak yang terjangkit penyakit itu dari orang tuanya.

“Ada yang tinggal dengan keluarganya, karena bapak dan ibu sudah meninggal. Delapan anak dari 10 orang itu, sedang bersekolah sehingga membutuhkan bantuan biaya. Ini siapa yang akan tanggung, hanya menunggu uluran tangan dari pemerhati,” katanya dengan nada sedih,”tutupnya(Cell/Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here