Pemilik Hak Ulayat suku Wally Ancam Palang Stadion Papua Bangkit

0

Sentani, Papua terbit.com – Masyarakat Adat Suku Rukhunai Walinai melakukan aksi demo damai, aksi demo damai menuntut dan mengancam akan memalang Stadion Papua Bangkit yang berada di kampung harapan, sentani.

“kami masyarakat suku wally (Rukhunai Walinai) yang tergabung dari tiga kampung yakni, Nendali, Yoboi dan Baborongko,katannya saat melakukan aksi demo di depan pintu masuk Stadion Papua Bangkit kampung harapan Sentani, Kamis( 11/7/19)

Pasalnya, suku wally selaku pemilik hak ulayat seluas 42 hektar di wilayah pembangunan stadion itu merasa dipermainkan dengan tuntutan yang sudah disampaikan berulang-ulang kali kepada Pemerintah Provinsi.

“Bayar hak kami senilai 420 miliar agar semua berjalan dengan baik. jadi bapak Gubernur Papua Lukas Enembe harus datang ke obhe untuk menjelaskan ke kami.

apalbila jika tidak membayar maka kami akan palang sampe waktu yang tidak ditentukan sampai hak kami di jelaskan,”Ungkap Konstan Wally, salah satu tokoh adat dari Kampung Dendali kepada wartawan Papua terbit.com.

Dikatakan Konstan, sebelum stadion papua bangkit dibangun pada tahun 2017 lalu pihak provinsi Papua dan perusahaan sebelumnya telah datang dan bertemu dengan suku wally.
Dalam pertemuan itu telah ada kesepakatan yakni adanya ijin dan perjanjian untuk membayar hak ulayat serta permohonan agar suku wally yang di pimpin Ondofolo Filleb Wally tidak melakukan palang selama pembangunan stadion tersebut dikerjakan. Namun, sampai saat ini janji itu tidak juga ditepati oleh Pemerintah Provinsi.

“kalau sudah membayar hak ulayat kami ingin bertanya siapa yang menerima uang itu, tunjukan tanda bukti penerimaannya,”pungkasnya

di tambahkan, tanah adat kami seluas 42 hektar dan jika dirupiahkan senilai 420 miliar, jika tidak bayar segera robohkan atau pindahkan sarana ini dari tanah adat kami. ( Redaksi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here