Sukartono Hadi berharap Kubigkan Menunjang Taraf Kesejahteraan Warga Asmat

0

ASMAT, Papua terbit.com- Guna meningkatkan pendapatan nelayan melalui kelompok usaha bersama gelembung ikan (kubigkan) dapat menunjang kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Asmat Sukartono Hadi, S.ST.PI mengatakan melalui kelompok usaha bersama gelembung ikan (Kubigkan) di harapkan dapat menunjang taraf kesejahteraan masyarakat Asmat pada sektor kelautan dan perikanan.

“gelembung ikan apabila di jual harganya sangat mahal dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Asmat sektor kelautan dan perikanan,”katanya Rabu (26/6/19)

di katakan, Gelembung ikan yang paling mahal adalah yang diambil dari perut ikan gulama (pennahia argentata) yang harga per kilogram bisa mencapai ratusan juta dengan kualitas baik

“jumlah nelayan Kabupaten Asmat sebanyak 2.380 jiwa dengan pendapatan rata-rata ± Rp.700.000 per bulan dari hasil penjualan ikan segar. Produksi ikan segar nelayan bisa mencapai 300 kg/minggu,”ujarnya

dari hasil produksi gelembung ikan masyarakat nelayan bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp. 1.500.000 per bulan dengan jumlah produksi perbulan rata-rata sebanyak 1 kilogram gelembung ikan.

“Ini penting menerobos sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Asmat karena sumbangannya pada tahun 2018 mencapai Rp. 192.06 miliar (12.91 persen) terhadap PDRB subsector pertanian dan kontribusinya sebagai sumber mata pencaharian masyarakat serta Penerimaan Asli Daerah (PAD) sertai retribusi Surat Keterangan Asal Ikan (SKAI).

Sukartono mengaku, rendahnya pendapatan dari hasil produksi gelembung ikan di Asmat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, masyarakat nelayan memproduksi gelembung ikan secara individu sehingga daya tawar rendah, pengepul seenaknya mematok harga rendah karena tidak adanya keseragaman harga dari para nelayan , kualitas produk gelembung ikan yang dihasilkan masih rendah.

Hal ini disebabkan juga karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam memproduksi gelembung ikan dengan kualitas bagus, maupun Belum adanya AD/ART kelompok nelayan

Olehnya itu menurut Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKPD Asmat ini bahwa, diperlukan suatu terobosan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan melalui pembentukan kelompok usaha bersama pengolahan gelembung ikan.

Ia menambahkan saat ini nilai jual gelembung ikan bisa mencapai Rp. 50.000,- sampai dengan 200.000/ gram tergantung dengan jenis ikan dan kualitas produk yang dihasilkan.

Atas dasar inilah, apabila nelayan bekerjasama dalam suatu kelompok usaha maka daya tawar akan tinggi ,karena harga jual yang terjaga stabil sehingga pengepul tidak seenaknya menentukan harga untuk membeli produk gelembung ikan nelayan.

Selain itu dengan adanya kelompok usaha maka pembinaan mudah dilakukan dan tujuan kelompok jelas karena didukung dengan aturan formal yang baku,”tambahnya(Andre /Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here