Di Keerom dan Merauke sebut Tempat Latihan Teroris Kelompok JAD Ternyata HOAX

0

Jayapura,Papuaterbit.com – Setelah beredarnya isu dan berita di masyarakat terkait adanya teroris kelompok Jamaah Ansorud Daulah (JAD) di Kabupaten Keerom dan Kabupaten Merauke pada 7 Mei 2019 lalu hanyalah ternyata kabar hoax(bohong)

Hal tersebut disampaikan dengan tegas oleh Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Papua bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Keerom Sabtu (1/6/2019).

Ketua FKUB, H. Nursalim Ar Rozy menjelaskan pihaknya telah melakukan investigasi di lapangan dan memastikan informasi tersebut tidak benar.

“kami sudah melakukan upaya-upaya step by step, kami turun langsung kelapangan, ke daerah Pir satu hingga lima dan berkoordinasi dan melakukan audiensi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, hasilnya sampai detik ini kami tidak melihat adanya kelompok JAD tersebut, namun demikian kewaspadaan tetap kami lakukan” tegasnya saat memberikan Keterangan Pers usai upacara Hari Lahir Pancasila, di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua.

sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom, Karel F. Mambay, S.E., M.Pd.K. menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah internal maupun eksternal telah dilakukan bersama pihak-pihak terkait.

“Dalam satu kesempatan, kita telah mengundang pimpinan dari Perkebunan Inti Rakyat atau Pir, baik Pir satu sampai lima. Kita minta informasi dan hasilnya tak ada tempat pelatihan seperti yang diisukan,”katanya.

bersamaan dengan itu, Ketua Harian MUI Papua  Drs. H. Umar Bauw juga mengungkapkan dengan tegas bahwa isu tersebut hanyalah hoax. Sehingga ia meminta kepada media agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi publik.

“Keberadaan JAD di Keerom itu hoax  termasuk juga di Merauke, Papua. Papua masih dalam keadaan aman. Maka saya minta kepada teman-teman media agar berhati-hati dalam menyebarkan pemberitaan terutama terkait sesuatu yang sensitif,”pungkasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pdt. Amsal Yowei, S.PAK., SE., M.Pd.K menyampaikan bahwa selama ini pembinaan di berbagai wilayah terus dilakukan.

“Pembinaan, koordinasi dan deteksi dini telah dilakukan maka itu kami minta kepada masyarakat agar tak termakan isu, karena setelah investigasi dilakukan isu tersebut tidak benar,”tuturnya.

bahkan Kementerian Agama beserta FKUB akan terus melakukan deteksi dini.intinya pihaknya terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah-langkah untuk merendam segala situasi radikal di Papua,”tambahnya(Epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here