Jelang Idul Fitri, BBPOM Papua Musnahkan Produk Yang Tidak Memenuhi Ketentuan Senilai Rp 71.4 Juta

0

Jayapura, Papua terbit.com – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura melakukan pengawasan pangan dan takjil selama 7 minggu.

jumlah sarana yang diperiksa sebanyak 157 sarana dan telah dimusnahkan produk yang tidak memenuhi ketentuan senilai Rp 71.458.340.

sebanyak 177 jenis pangan. Sedangkan untuk takjil ditemukan 1 jenis mengandung pewarna dilarang yaitu rhodamin B, itu saat sidak pasar di Jayapura,”kata Kepala BBPOM Jayapura, Drs. Hanetje Gustav Kakerissa, Apt saat memberikan keterangan ke Papua terbit,berlangsung aula kantor BBPOM (20/5/2019)

sehingga pengawasan pangan terhitung 2 minggu sebelum Bulan Ramadhan hingga 2 minggu sesudah Hari Raya Idul Fitri”katanya

sedangkan pengawasan pangan hingga minggu ke-IV di beberapa kabupaten seperti Kota Jayapura, Kab.Keerom, Kab.Jayapura, Kab.Jayawijaya, Kab.Biak, Kab.Supiori.

“kami sasaran pengawasan yaitu gudang distributor, gudang pengecer, retail (toko/warung, supermarket, hypermarket, pasar tradisional), penjual parsel dan penjual takjil.

Ia menambahkan target pengawasan untuk pangan olahan yaitu pangan tanpa ijin edar (TIE), pangan kadaluwarsa, pangan rusak (kaleng penyok/berkarat) serta pengawasan takjil.

“Untuk takjil difokuskan pada 4 parameter yakni baham berbahaya yang sering disalahgunakan ditambahkan kedalam pangan seperti formalin, boraks, pewarna rhodamine B dan methanil yellow,”ungkapnya.

“Kalau pengawasan pada parcell, kami melihat produk pangan yang mempunyai masa simpan kurang dari 6 bulan. Dan dilarang menyisipkan produk pangan mengandung babi dan minuman yang mengandung alkohol,”pungkasnya(epen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here