Tuduhan penipuan dan penggelapan Oleh Danny, Tidak Terbukti di Pengadilan Negeri Kelas IA Jayapura

0

Jayapura, Papua terbit.com –
Kasus yang menimpa Denny Anggelia yang di gugat oleh Direktur Cahaya murni Timur Jaya Jayapura, Jusak Imawan atas penipuan dan penggelapan uang sebesar 2,7 M di nyatakan tidak bersalah di pengadilan kelas 1A.

Dikatakan Pengadilan Negeri Kelas 1 A Jayapura memutuskan terdakwa Denny Anggelia tidak terbukti bersalah melakukan penipuan dan penggelapan diduga korbannya yakni Direktur PT cahaya murni Timur Jaya Jayapura, Jusak Imawan dalam persidangan dengan agenda bacaan putusan yang berlangsung di PN Jayapura Abepura, Selasa (30/04).

sedangkan Kuasa Hukum terdakwa Denny Anggelia, Iriani, S.H.,M.H mengatakan bahwa klainnya dilaporkan oleh Direktur PT cahaya murni Timur Jaya Jayapura, Jusak Imawan pada bulan Oktober 2017 yang mengaku korban atas utang yang belum dibayar oleh klainnya sebesar 2,7 M.

“Atas persolan tersebut klain saya dilaporkan dengan dakwaan Tindak pidana penipuan diatur dalam Pasal 378 KUHP, sedangkan tindak pidana penggelapan diatur Pasal 372 KUHP, dengan tuntutan 2,6 tahun penjara,”katanya.

Namun setelah dilakukan berbagai proses persidangan di PN Jayapura yang memutuskan bahwa klain saya tidak terbukti bersalah atas tuduhan atau dakwaan pidana penipuan dan pengelapan yang mengkalim dirinya sebagai korban.

menurut kuasa hukum Danny,bahwa terdakwa Danny yang Mempunyai Toko Satelit yang menjualkan berbagai produk dari PT cahaya murni Timur Jaya Jayapura yang dipimpin oleh, Jusak Imawan. Dengan beriringnya waktu kepercayaan antara keduanya terjaga dengan baik. Hingga suatu saat tagihan dari sejumlah barang yang didistribusikan oleh terdakwa Denny belum terbayar ke PT cahaya murni Timur Jaya Jayapura.

Atas dasar itulah Direktur PT cahaya murni Timur Jaya Jayapura, Jusak Imawan melaporkan terdakwa ke pihak yang berwajib sehingga pada 27 Desember 2018 lalu Denny ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Papua.

“Tagihan yang belum terbayar tersebut sebanyak 2,7 m, padahal sebelum-sebelumnya klain saya juga pernah terlambat atas beberapa tagihann pengadaan barangnya ke PT cahaya murni Timur Jaya Jayapura namun dengan hubungan keduanya baik-baik saja dan hal tersebut tidak menjadi persolan, tapi kenapa dengan utang 2,7 ini kok langsung dilaporkan,”jelasnya.

Sementara persolan ini sudah beberapa kali dimediasi di Polda Papua namun tidak ada respon dari pihak terlapor bahkan klain saya menjanjikan untuk membayar segera namun dengan cicilan tiap bulan, tapi kembali lagi pelapor tetap tidak mau dan kalo maudibara harus kes bukan cicilan.

Kuasa hukum Danny, Iriani, S.H.,M.H. Bersama kedua rekanya yakni Indra Permana Saragih, S.H. Dan Sukma Agustiawan Sinukaban, S.H juga mempertanyakan pihak terkait dimana perkara tersebut karena perkara tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan tindakan pidana tapi Jaksa Penuntu Umum, Catarina S. Brotodewi SH Menetapkan persolan tersebut dengan Tindak pidana penipuan diatur dalam Pasal 378 KUHP, sedangkan tindak pidana penggelapan diatur Pasal 372 KUHP.

Dimana setelah putusan tersebut dinyatakan ingkra atau sah maka kemungkinan besar pihaknya akan mempertanyakan beberapa hal kepada yang terkait, yang pertama ketidak masuk akalan dari kasus tersebut dimasukan dalam UU pidana, terus yang kedua menuntut nama baik terdakwa Denny kepada pelapor atau yang mengkalim dirinya sebagai korban, dan ketiga akan mempertanyakan tahanan yang dijalani oleh terdakwa selama kurang lebih selama 4.

“Tentu kami akan menuntut balik kepada yang bersangkutan dan harus mempertanyakan kepada pihak yang menyatakan bahwa persolan ini dijadikan sebagai tindak pidana padahal itu sangat tidak masuk akal, karena kasus ini sebenarnya bagian dari perdata bukan pidana, sekali lagi kami akan tuntut semua yang jangal dalam kasus ini,”tegasnya.

Sementara itu juga salah satu kuasa hukum Denny, Sukma Agustiawan Sinukaban, S.H Mmenyampaikan bahwa ini akan menjadi contoh untuk semua orang dimana jika mendapat sebuah persoalan yang sebenarnya bukan persoalan pidana maka janganlah dipaksakan untuk menjadi tindak pidana.

“saya tegaskan jangan dipaksakan perkara perdata menjadi tindak pidana,”ucapnya( fan/pen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here